Petugas beserta warga setempat ketika mengevakuasi para korban yang terlibat kecelakaan sesaat setelah menempuh perjalanan pulang usai menghadiri arisan (Foto : Istimewa)
Petugas beserta warga setempat ketika mengevakuasi para korban yang terlibat kecelakaan sesaat setelah menempuh perjalanan pulang usai menghadiri arisan (Foto : Istimewa)

Sampai dengan saat ini, jajaran Kepolisian Unit Laka Polres Malang masih mendalami insiden kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Kebonsari, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Kamis (10/9/2020) siang.

Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto menuturkan jika dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan keterangan beberapa saksi yang dihimpun polisi, sesaat sebelum kecelakaan maut itu terjadi, mobil yang berisi rombongan 7 orang tersebut sempat mendatangi arisan.

Baca Juga : DPRD Bangkalan Keluhkan Menurunnya Bantuan Pupuk Bersubsidi

”Dari hasil penyidikan sementara, sesaat sebelum terjadinya kecelakaan rombongan mobil yang berisi 7 orang itu sempat mendatangi arisan di tempat temannya. Lokasinya (arisan, red) di sekitar tempat kejadian, infonya arisan teman sekolah,” kata Agus saat dikonfirmasi media online ini, Kamis (10/9/2020) sore.

Keterangan jika para rombongan baru saja menghadiri arisan tersebut, juga dikuatkan dari hasil pendalaman media online ini di lapangan. Di mana, dari keterangan beberapa warga setempat, juga membenarkan jika para korban beserta rombongan baru saja pulang usai menghadiri arisan.

”Kabarnya seperti itu (pulang arisan, red), soalnya istri saya mengaku jika salah satu korban yang meninggal itu adalah temannya,” celetuk salah satu warga setempat yang hanya berkenan memberikan pernyataan tanpa bersedia menyebutkan namanya ini.

Seperti yang sudah diberitakan, kecelakaan maut yang dikabarkan menelan 3 korban jiwa ini, terjadi antara mobil Daihatsu Xenia nopol N-1784-EU dan Kereta Api (KA) Penataran nomor lokomotif CC2017712.

Sedangkan kejadian persisnya, terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu mobil yang terlibat kecelakaan tersebut, terisi rombongan 7 orang. Di mana, sang pengemudi diketahui bernama Setiawan Junaidi (52) warga Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Sedangkan ke-6 orang penumpangnya, diketahui bernama Muhammad A Faren (6) warga Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang; Sandi Rusanti (39) warga Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang; Sri Utami (40) warga Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang; Devan (7) warga Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang; Nur Fadila (38) warga Kelurahan/Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang dan Farel Bahtiar (7) warga Kelurahan/ Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kronologi kejadian, dijelaskan Agus, berawal ketika mobil yang dikemudikan oleh Junaidi ini, melintas dari arah timur dengan kecepatan sedang. Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di perlintasan kereta api kilometer 02-03 arah Ngebruk menuju Kebonsari, korban yang saat itu membelokkan mobilnya ke arah kanan atau menuju utara, berniat melewati perlintasan kereta api.

Baca Juga : Pembangunan RSI Unisma yang Telan Korban Jiwa Ternyata tidak Ada Izin, Proyek Dihentikan Disnaker-PMPTSP Kota Malang

Nahas, saat melintas tepat di atas jalur perlintasan kereta api tanpa palang pintu tersebut, tepat di bagian kanan mobil yang dihantam kereta api yang di masinisi oleh Lutfi Nurtahmid.

Alhasil, 3 rombongan di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Mereka adalah sang sopir yang bernama Junaidi, dan dua orang penumpangnya yang bernama Faren dan Rusanti.

Sedangkan untuk 4 penumpang lainnya, hingga berita ini ditulis dikabarkan masih menjalani perawatan medis di RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kanjuruhan, Kepanjen, lantaran mengalami luka parah di bagian kepala.

Selain mendalami hasil olah TKP dan keterangan beberapa saksi, polisi juga mengamankan 1 unit mobil yang terlibat kecelakaan. ”Kasusnya masih dalam proses penyidikan, kami masih mendalami kejadian kecelakaan ini,” ujar Agus saat dikonfirmasi media online ini, Kamis (10/9/2020).