Purnaji sukses tekuni usaha miniatur truk hanya dengan satu tangan.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Purnaji sukses tekuni usaha miniatur truk hanya dengan satu tangan.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Kreativitas penyandang disabilitas tak bisa dipandang remeh. Buktinya, Purnaji (42) warga Jalan Kalasan, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, mampu berkarya dengan baik. Dia bahkan bisa dibilang sangat kreatif. 

Meski hanya memiliki satu tangan, namun Purnaji tak patah semangat untuk berkarya. Ya, dengan satu tangan yang ia miliki, Purnaji dikenal bertangan dingin menyulap potongan kayu menjadi sebuah karya yang artistik. Kayu-kayu tersebut dirakitnya menjadi miniatur truk yang bernilai jual tinggi. 

Baca Juga : Lewat Skooci, 2 Perempuan Raup Omzet Rp 50 Juta per Bulan

Kreativitas Purnaji membuat miniatur truk telah dikenal luas masyarakat di Kota Blitar. Namun tak banyak yang tahu pilunya kisah hidup yang dialami Purnaji. Diketahui Purnaji kehilangan tangan kanannya sejak 8 tahun silam. Tangan kanan Purnaji terpaksa diamputasi akibat kecelakaan yang dia alami. 

Kehilangan tangan kanannya akibat kecelakaan tak mematahkan semangat hidup Purnaji. Dengan segala keterbatasan fisik,  Purnaji memutar otak agar tetap bisa menafkahi keluarganya. Setelah bereksperimen dan mencoba-coba kreativitas, Purnaji akhirnya menemukan ide brilian menyulap limbah kayu menjadi miniatur truk. 

Berbekal semangat dan kerja keras, Purnaji akhirnya sukses menjalankan usaha produksi miniatur truk. Usaha ini ditekuninya dalam 8 tahun terakhir. Saat ini usahanya semakin sukses semenjak miniature truk booming di Indonesia khususnya di Blitar dimana penggemarnya semakin banyak. Kesuksesan ini berdampak terhadap kesejahteraan keluarga Purnaji. Bahkan usahanya ini tetap eksis meski Indonesia dalam situasi pandemi covid-19. 

“Dulu awalnya sama sekali tidak percaya diri. Saya kemudian memutuskan untuk ikut pelatihan di Dinas Tenaga Kerja. Setelah dapat ilmu dari pelatihan, saya kemudian praktik dirumah dan hasilnya ternyata memuaskan. Dari situlah awal karya miniatur truk saya dibeli orang. Keberhasilan itu berlanjut dengan saya menekuni usaha kreatif ini,” ungkap Purnaji, Rabu (9/9/2020). 

Baca Juga : Bertahan di Masa Pandemi, Mahasiswa Blitar Sukses Jalankan Bisnis Mainan Sambil Kuliah

Dengan bekal ketrampilan yang dimiliki, Purnaji sangat produktif dalam berkarya. Dalam tiga hari dia bisa membuat 50 miniatur truk. Satu miniatur truk dijual dengan harga Rp 50 hingga Rp 100 ribu rupiah tergantung variasi dan ukuran yang dipesan. “Pemesan saya tak hanya dari Blitar. Banyak pesanan dari Surabaya, Kedidi dan Malang,” pungkasnya.