Penampakan sepeda motor mini "Minthil" hasil buah tangan kreatif Gessy Gusta Harfinando di bengkel restorasi miliknya, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (5/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Penampakan sepeda motor mini "Minthil" hasil buah tangan kreatif Gessy Gusta Harfinando di bengkel restorasi miliknya, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (5/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

Sebuah bengkel restorasi bernama Protect di Jalan Terusan Wisnuwardhana, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, menyita perhatian pecinta otomotif.  Pasalnya, tampak sepeda motor mini yang keluar dari bengkel tersebut. Ada sentuhan vintage atau klasik pada setiap lekuk sepeda motor mini tersebut. 

Sepeda motor mini berwarna putih  dengan aksen garis warna merah, putih dan biru serta terdapat angka 53 tersebut memang dibuat dari onderdil mobil vintage, yakni Volkswagen (VW). 

Baca Juga : Sudah Ready di Indonesia, Berikut Detail dan Fitur Canggih Yamaha MT-07 dan MT-09

Gessy Gusta Harfinando-lah sang pemilik bengkel restorasi dan sepeda motor mini tersebut. Gessy mengungkapkan bahwa awal dirinya membuat sepeda motor mini tersebut saat membeli ban mini dari teman sesama pecinta otomotif.  "Kalau nggak beli bannya dulu, nggak bakal saya buat sepeda motor mini ini," ungkapnya  di bengkel restorasinya, Sabtu (5/9/2020). 

Butuh waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan pembuatan sepeda motor mini tersebut. Namun, pengerjaannya pada waktu malam hari karena pagi hingga sorenya Gessy harus menyelesaikan penggarapan mobil-mobil lain yang ada di bengkel miliknya tersebut. 

Secara detail, Gessy menunjukkan dan menyebutkan harga beberapa onderdil yang terpasang rapi pada sepeda motor mini tersebut. Mulai dari setir, jok, mesin, bodi, hingga ban mini. 

"Untuk stirnya saya beli di Tegal. Tipenya halfmoon. Biasanya untuk sepeda roundthank. Sedangkan untuk jok, saya ambilkan bahan dari jok VW. Untuk rem, saya pakai remnya sepeda MTB (mountain bike, red)," ungkapnya. 

Untuk mesinnya, sepeda motor mini ini dibekali dengan mesin Honda Revo Tahun 2008. Sistem pengoperasian mesin menggunakan manual transmission dengan tuas seperti milik mobil yang berada di sebelah kiri. 

Sekilas tampak biasa saja dari mesin yang terpasang di sepeda motor ini. Tetapi terlihat lebih vintage, classy dan tentunya mahal adalah cover Harley Davidson yang terpasang di bagian mesin tersebut. Juga pijakan kaki atau footstep yang juga milik Harley Davidson.  "Iya itu cover Harley Davidson. Saya dapat di harga Rp 4,5 juta untuk cover itu," ujar Gessy. 

Jelas menarik racikan bengkel restorasi milik Gessy ini dalam menghasilkan karya di bidang otomotif. Selain beberapa onderdil tersebut, yang menyita perhatian adalah lekukan dari bodi sepeda motor mini tersebut. 

"Bodi ini saya pakai spakbor VW Beetle (Kodok, red) tahun 1961 bagian depan kanan dan kiri. Itu saya potong, terus saya satukan lagi. Makanya jadi kayak gitu," terangnya. 

Selain spakbor yang digunakan untuk bodi sepeda motor mini tersebut, lampu depan belakang merupakan onderdil original dari mobil VW Beetle yang jelas harganya lumayan mahal untuk lampu original keluaran Jerman ini. 

Baca Juga : Pahami Kode-Kode Ini Sebelum Membeli Ban Motor, Awas Kadaluarsa!

"Untuk lampu depan, saya pakai punya VW Beetle (Kodok, red) original. Saya beli dengan harga Rp 1,7 juta. Terus untuk lampu belakang juga punya VW Beetle, dapat harga Rp 900 ribu," ungkapnya. 

Tak lupa, Gessy juga menyebutkan untuk harga ban mini yang terpasang sebagai roda pada sepeda motor mini tersebut dan merupakan awal mula Gessy berpikiran untuk membangun sepeda motor mini tersebut.  "Ban mini ini saya beli di teman saya. Ukurannya 6 inch merek Swallow. Harga Rp 2,5 juta dapat depan belakang," ujarnya. 

Dalam dua bulan pengerjaan, pria 39 tahun ini mengatakan bahwa dirinya total telah menghabiskan belasan juta rupiah. "Saya habis biaya untuk bangun sepeda motor mini ini sekitar Rp 15 juta," kata Gessy. 

Dari proses yang cukup menyita waktu, pikiran dan tenaga tersebut, Gessy menamai sepeda motor mini itu dengan sebutan Minthil. Tak dijelaskan secara khusus makna detail dari sebutan Minthil tersebut. Yang jelas, Gessy membuat sepeda motor mini tersebut agar dapat digunakan untuk anaknya. "Pembuatan sepeda motor mini ini untuk hobi saja, supaya bisa dipakai sama si kecil (anak, red)," ungkapnya. 

Sudah beberapa orang, utamanya pecinta mobil klasik, lebih khusus mobil VW, yang telah keluar masuk bengkel restorasi tersebut. Awalnya yang hanya ingin melihat-lihat saja, di akhir kalimat selalu menanyakan harga apakah tidak dijual. 

Gessy pun menanggapi dengan santai bahwa sepeda motor mini ini untuk sampai saat ini tidak dijual karena memang untuk anaknya.  "Ada beberapa orang yang sudah nawar sepeda motor mini ini. Terakhir ditawar sampai harga Rp 25 juta. Tapi tetap nggak saya kasih, karena memang buat anak saya," pungkasnya.