Tampak, seorang pengendara melintas di depan Kantor Kelurahan Mlajah (foto/redaksi bangkalantimes.com)
Tampak, seorang pengendara melintas di depan Kantor Kelurahan Mlajah (foto/redaksi bangkalantimes.com)

Mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, menuai kritikan dari warga kelurahan Mlajah. Akibatnya, mutasi yang dilakukan oleh Bupati Bangkalan tersebut dinilai tak melihat prestasi dan tidak menempatkan seseorang pada tempatnya. 

Hal itu disampaikan oleh Yani salah satu warga Perumahan Graha Mentari, Kelurahan Mlajah, Bangkalan. Dia mengungkapkan, sangat menyayangkan keputusan Bupati yang telah merotasi Lurahnya. Padahal, Lurah Mlajah Nurul Fauziah, kata dia, masih belum genap satu tahun di kelurahan Mlajah sudah diganti. Ia pun mengaku sedih ditinggal sosok pemimpin yang tidak kenal lelah mengurus masyarakat Kelurahan Mlajah. 

Baca Juga : Pulihkan Perekonomian Warga, Pemkab Madiun Gelar Pasar Murah

"Saya sangat kecewa dan sedih mas atas keputusan ini, karena ibu Nurul bagi kami adalah sosok ibu yang luar bisa mas," ujar Yani kepada Bangkalantimes.com, Sabtu (05/09/2020).

Bahkan dia menjelaskan, Nurul, selama menjadi Lurah Mlajah tidak pernah kenal waktu. Bahkan tidak hanya terbatas oleh jam kerja. Kalau biasanya seorang lurah itu hanya terbatas sama jam kerja, Nurul, kata Yani, sampai di luar jam kerja tetap melayani warganya selagi dibutuhkan.

"Intinya tidak ada hari libur mas. Terus tanggap dalam menghadapi masalah, tidak bertele-tele, sehingga masalah cepat teratasi," ungkapnya. 

Kemudian Yani menceritakan kinerja yang paling dirasakan sejak Nurul jadi Lurah Mlajah. Yakni, terbangunnya Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) terbangun di Kelurahan Mlajah. 

"TPS3R dulu hanya menjadi mimpi masyarakat Mlajah, namun Bu Nurul bisa menangkap persoalan ini dan bisa terealisasi. Dibangun luar biasa oleh Bu Nurul," ujarnya. 

Kalau dulu, lanjut dia, Lurah sebelumnya selalu kesulitan mencari lahan untuk TPS3R, berbeda dengan Nurul, dia berhasil memberikan keinginan warganya. "Kalau dulu selalu gak punya lahan, kesulitan mencari lahan. Tapi sejak beliau jadi lurah, wes punya tempat. Ia minta ke Dishub, deal dan acc," tegasnya. 

Yani mengutarakan, warga Kelurahan Mlajah berharap sosok Nurul Fauziah tetap menjadi Lurah di Kelurahan Mlajah. Sebab, lanjut dia, Nurul masih baru saja menunjukan potensi etos kerjanya. Yani juga mengatakan, jika berbicara sejarah, Nurul cukup tahu sejarah Mlajah. Karena Ia berangkat dari staff pelayanan dan langsung menyentuh warga. 

Baca Juga : Di Gunungkidul, Harga Air Bersih Capai 150 Ribu, Warga Belum Sampai Jual Ternak

"Bu Nurul ini tahu satu persatu rumah warga mas, karena dulu tukang nganter undangan dan petugas pajak. Sehingga kinerja beliau efektif dalam pelayanan," terangnya. 

Kepada Bupati Bangkalan, Yani meminta jika merotasi pejabat agar melihat prestasi dan menempatkan seseorang pada tempatnya. Bahkan, dia menginginkan Nurul tetap di Mlajah. "Kami begini bukan tidak mau dengan pengganti Bu Nurul. Beliau juga baik, tapi Bu Nurul ini sudah menyatu dengan kami (warga)," ungkapnya sembari meminta kepada Bupati. 

Senada dengan Yani, warga Kelurahan Mlajah yang merasa kehilangan Nurul Fauziah adalah Idrus. Dia mengaku ditinggal sosok pemimpin yang tak kenal lelah. Selain tanggap terhadap persoalan warga, Idrus mengaku, Nurul kerap kali terjun ke lapangan meninjau langsung masalah yang terjadi di masyarakat. 

"Beliau ini tanggap dan cepat, turun ke lapangan, tidak bertele- tele. Maka kami sangat merasa kehilangan," tutupnya. 

Diketahui, Nurul Fauziah saat ini menempati posisi baru di Kantor Dinas Sosial (Dinsos). Ia resmi dilantik menempati jabatan barunya pada kamis (3/9/2020) kemarin. Dia dilantik langsung oleh Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron bersama 203 pejabat struktural lainnya di Pendopo Agung Jl. Letnan Abdullah, Bangkalan Kota.