Eri Cahyadi dan Armuji telah resmi mendaftar sebagai pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya. Ratusan massa PDI Perjuangan Kota Surabaya mengantarnya ke kantor KPU Kota Surabaya, Jumat (4/9) kemarin.
Selain massa PDI Perjuangan, ada pula massa relawan bergabung dalam rombongan. Salah satunya Relawan Gus Eri (RGE) yang dipimpin Sukma Sahadewa.
Baca Juga : Pulang Daftar, Pasangan Sugiri-Lisdyarita Gelar Tumpengan
Massa RGE melebur dengan massa PSI dan massa Koalisi Membangun Surabaya (KMS) yang terdiri dari partai non parlemen dan ikut mendukung Eri-Armuji.
Sukma mengklaim Eri masih memiliki trah dari keluarga besar Pesantren Sidosermo Ndalem. Sehingga, layak dipanggil dengan sebutan Gus Eri.
"Kami mendukung Gus Eri karena beliau adalah seorang santri, keluarga Ndalem Sidosermo pesantren tertua di Surabaya. Harapannya, Surabaya tidak hanya dibangun secara fisik tapi juga spiritual. Apalagi Surabaya adalah basis NU," ujar pria yang akrab disapa Dokter Sukma itu.
Sidosermo Ndalem sendiri adalah salah satu pesantren tua di Surabaya. Bersama dengan Ampel dan Peneleh. Namun, klaim Sukma tersebut juga perlu ditelusuri.
Terlebih, selama ini keluarga besar Sidosermo Ndalem sangat jarang beraktivitas di luar dunia pesantren dan kebanyakan tetap tinggal di area Sidosermo. Selain itu, bernasabkan dari marga Ba'asyiban.
Baca Juga : Pendaftaran Paslon Eri Cahyadi-Armuji Libatkan Massa tanpa Ada Protokol Kesehatan
Sukma yang juga Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Surabaya ini berharap pilwali Surabaya menjadi ajang adu visi, gagasan dan program. Karena prinsipnya, mereka yang ikut kontestasi di pilwali ini adalah putera-putera terbaik Surabaya.
Sukma pun menegaskan, RGE sebagai relawan pendukung dan pemenangan Eri-Armuji tidak akan melakukan kampanye hitam. Pihaknya akan mengedepankan kampanye secara positif dengan berbasis data dan fakta.
"Sebagai komunitas muda Nahdliyyin di Surabaya, kami akan berkampanye secara santun," imbuh Sukma.