free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Peringatan Hari Jadi Trenggalek Tetap Terselenggara, Ini Pesan Bupati

Penulis : Ganez Radisa Yuniansyah - Editor : A Yahya

31 - Aug - 2020, 01:43

Loading Placeholder
Prosesi pembersihan pusaka jelang HUT Trenggalek ke - 826

TRENGGALEKTIMES - Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Jadi Trenggalek ke - 826 tahun ini. Bagaimana tidak, jika tahun-tahun sebelumnya momentum hari jadi selalu meriah dengan berbagai kegiatan dan acara, saat ini masyarakat hanya bisa menikmati dari layar gadget mereka.

Walaupun demikian, prosesi adat seperti memandikan pusaka atau jamasan tetap digelar. Dengan menerapkan protokol kesehatan, prosesi jamasan pelaksanaan tetap sakral dan hikmat tanpa mengurangi esensi makna yang ada didalamnya.

Baca Juga : Keris yang Masih Eksis di Zaman Digital, Butuh Serangkaian Ritual Khusus Pegangan Pribadi

Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin usai pelaksanaan jamasan mengatakan, jamasan pusaka yang menjadi simbol yang diandalkan (piandel) daerah rutin digelar setiap tahunnya.

Tradisi penjamasan Pusaka Tumbak Korowelang terus dilakukan mulai kemarin. Hal itu dikarenakan sebelum penjamasan yang dimulai sekitar pukul 13.00 hari ini terlebih dahulu satu hari sebelumnya petugas melihat kondisi pusaka tersebut. “Jamasan pusaka ini akan terus kami laksanakan setiap tahun pada perayaan hari jadi Trenggalek," ungkap Gus Ipin sapaan akrab Bupati Trenggalek, Minggu (30/08/20).

Lanjut Arifin, puncak peringatan hari jadi Trenggalek pada besok, Senin (31/08/20). Karena masa pandemi, masyarakat diimbau untuk tidak menghadiri dan menyimak di rumah saja melalui Live Streaming yang disiarkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

"Memang ada yang berbeda dalam prosesi Hari Jadi Trenggalek ke-826 tahun ini. Prosesinya dilakukan dengan mengundang tamu terbatas. Semua vendor menggunakan lokal, mulai pembatik, jahit pengantar pusaka delmannya semua lokal dan tujuannya untuk mengungkit ekonomi lokal," jelasnya.

Baca Juga : Rayakan Kemerdekaan, Warga Mojokerto Gelar Lomba Layang-Layang

Semua rangkaian kegiatan dilaksanakan sederhana, namun tidak mengurangi kesakralannya. Jadi mulai dari jamasan pusaka, ziarah ke para leluhur, istigosah yang digelar di dua tempat yakni Desa Kamulan dan Pendopo secara online.

Kemudian paginya kirab pusaka, prosesi hari jadi dan malamnya tetap ada wayangan tapi ruwatan dan wayangannya bisa juga disaksikan dari rumah. "Jadi tidak mengundang dan tidak menyarankan masyarakat untuk berbondong-bondong datang ke Pendapa Trenggalek," pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Ganez Radisa Yuniansyah

Editor

A Yahya

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---