free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Gaya Hidup

Kepo Para Mami Gaul di Tulungagung Terkait Situs Live Online Shop di Medsos

Penulis : Anang Basso - Editor : Dede Nana

30 - Aug - 2020, 01:38

Loading Placeholder
Dewi Maia salah satu pemilik Olshop di Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

Kata-kata nyaring dan menarik perhatian, sangat mudah dijumpai dalam siaran langsung untuk menjual barang dagangan. Pasar online yang akhir-akhir ini menjadi trend berjualan dan belanja, memudahkan masyarakat khususnya pengguna sosial.

"Bunda bunga fixs, bunda ria fixs yang ini hanya tersedia 100 pcs warna pink, ayo yang mau nge-fixs segera saja karena stok terbatas," ucap salah seorang wanita yang menjual pakaian di akun shopnya.

Baca Juga : Intip Gaya Gadis Tulungagung Dhea Lukita Andriana, Paskibraka Nasional 2019-2020

Ribuan orang yang menyaksikan live streaming itu kontan berebut mengirim pesan di thread komentar sebagai bukti dirinya berminat terhadap barang yang ditawarkan, fixs.

Mode jual beli online ini rupanya sangat diminati warga Tulungagung, khusunya perempuan. Sebut saja Lilis, wanita yang doyan shoping dan selalu tampil dengan pakaian modis ini selalu mengupdate tiap pakaian yang ditawarkan.

"Jika tak melihat sehari saja, rasanya saya seperti ketinggalan," ujarnya, Sabtu (29/08/2020). 

Lilis sendiri mengaku nyaris tiap hari menjadi pelanggan setia untuk menonton pemilik olshop, jika ada barang yang menurutnya cocok langsung memesan dengan mengirim komentar fixs.

"Saya biasa menonton sambil tiduran. Jika ada barang bagus saya fixs dan biasanya pasti langsung dikirim selang beberapa hari," paparnya.

Lilis sendiri biasa menghabiskan uang hingga jutaan rupiah. Menurutnya setelah barang diterima dirinya jual lagi melalui group WhatsApp dengan mengambil keuntungan sewajarnya.

"Setidaknya, untung yang saya dapat adalah pakaian yang saya pakai sendiri include, tidak mengurangi kantong tapi hasil laba reseler," ungkapnya.

Teman Lilis, Aninda yang juga mengaku selalu mencari barang melalui olshop live Facebook ini, mengaku ketagihan.

"Umumnya, livenya malam. Jadi sering tidur dini hari. Asyik sih jadi tak terasa," ungkapnya.

Dengan jujur dirinya mengaku kebiasaan itu sebenarnya disadari tidak baik bagi keluarga dan kesehatan. Pasalnya, setelah menonton siaran langsung itu di pagi harinya seringkali dirinya malas bangun.

"Yang sering ya kesiangan, malas bangun. Kadang suami dan anak kita tak terurus," tambahnya.

Baca Juga : 5 Gaya drg Nina Agustin tanpa APD Nyentrik, Tetap Chic dan Fashionable!

Setelah stasiun televisi RCTI dan iNews TV melakukan gugatan terkait uji materi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang berpotensi hilangnya fitur live di media sosial seperti Instagram, Facebook hingga YouTube, baik Aninda dan Lilis menyayangkan.

"Kemarin kan sempat trending tagar itu. Saya sempat komen bahwa saya tidak setuju jika live di medsos dilarang di Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, Dewi Maia salah satu owner olshop di Tulungagung mengaku sedih jika fitur live di hilangkan. "Live adalah sarana buat promosi, tanpa promosi di sosmed saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa," kata Maia.

Adanya sosmed, menurutnya, banyak mengenalkan dirinya dengan teman dan pembeli melalui dunia maya. "Pembeli saya tidak hanya orang Tulungagung saja namun banyak yang dari luar kota, bahkan luar pulau," paparnya.

Jika sosmed menghapus fitur live, menurut Maia akan kehilangan daya pikat dan penggunanya akan meninggalkan aplikasi ini "Sosmed tanpa siaran langsung mati," pungkasnya.

 

 

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anang Basso

Editor

Dede Nana

Gaya Hidup

Artikel terkait di Gaya Hidup

--- Iklan Sponsor ---