Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk mengerjakan beberapa amalan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah amalan melakukan istighfar setiap saat untuk meningkatkan keimanan muslim.

Dalam berbagai hadits, disebutkan jika Rasulullah SAW menyampaikan istighfar memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah mendatangkan rizki yang tak terduga.

Baca Juga : Kisah di Balik Terbunuhnya si Kakek Buta di Depan Nabi Musa dan Pelajarannya

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Siapa yang selalu beristighfar, Allah akan jadikan jalan keluar atas masalahnya. Dan Allah akan berikan rizki dari tempat yang tidak disangka-sangka,".

Bukan hanya itu, dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga pernah berkata, "Bisa saja rizki seorang hamba tertahan karena dosa yang dia lakukan,". Artinya dosa bisa menahan datangnya rizki. Maka kuncinya adalah lakukan istighfar kepada Allah SWT.

Kisah tentang amalan istighfar itupun sudah banyak terbukti. Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, pernah ada tiga orang datang ke ulama besar yang sangat terkenal bernama Hasan Basri. Orang pertama menyampaikan keluhannya lantaran belum dikaruniai anak meski sudah menikah 10 tahun. Padahal berbagai upaya sudah dilakukan. Maka Hasan Basri menyarankan agar orang itu memperbanyak istighfar.

Lalu orang ke dua menyampaikan keluhannya tentang rasa sakitnya yang tak kunjung sembuh. Orang tersebut juga menyampaikan jika ia sudah berobat ke berbagai tempat, namun tak ada hasilnya. Saran yang diberikan kepada orang ke dua itu pun sama, yaitu perbanyak istighfar.

Lalu datang orang ke tiga, mengeluh lantaran sudah bekerja keras namun tak kunjung kaya. Saran yang diberikan pun sama, yaitu perbanyak melakukan istighfar.

Ketika ke-tiga orang tersebut sudah pulang, maka istri Hasan Basri bertanya, "Ke-tiga orang ini mungkin bisa disarankan tabib yang tepat atau lain sebagainya. Tapi kenapa hanya diminta istighfar dan tak dibarengi dengan saran obat dan modal?,".

Maka Hasan Basri menjawab, "Wahai istriku, tidakkah kau dengar, bahwasannya mereka telah berihtiar. Sekarang mereka tertutup di sebuah pintu di mana mereka tidak tahu jalan keluarnya. Saya teringat dengan Firman Allah dalam QS Nuh, Surat ke 71 ayat ke 10 sampai 12,".

Dalam ayat tersebut menjelaskan tentang manfaat beristighfar. Di mana istighfar akan menurunkan dari langit hujan yang lebat atau rizki yang nonstop. Istighfar akan memperbanyak rizki dan keturunan. Selain itu akan membuat kebun lebat dan suburkan seluruh sungai.

Kisah lain dialami Imam Ahmad, seorang imam besar yang di akhir hidupnya ingin mengunjungi Irak. Dia pun datang ke sebuah kota di Irak. Saat sampai di kota tersebut, datang masa salat maghrib. Maka ia mengikuti salat maghrib, lalu dilanjutkan membaca Al-Quran dan salat berjamaah isya.

Usai salat dia menggeletak, lalu datang marbot masjid dan bertanya tentang alasan Imam Ahmad di Masjid tersebut. Imam Ahmad kemudian menyampaikan jika ia seorang musyafir dan ingin menginap satu malam saja.

Baca Juga : Kabar dari Rasulullah SAW, Ini Amalan Zikir yang Ampuh Sembuhkan 99 Jenis Penyakit

Sang marbot menolak dan melarang itu. Imam Ahmad diminta untuk meninggalkan masjid. Karena saat itu memang ia tak mengetahui jika yang didorongnya adalah imam besar. Masjid pun ditutup dan Imam Ahmad tidur di teras masjid. Sang marbot kemudian mendatangi Imam Ahmad kembali. Imam Ahmad pun didorong ke jalan.

Lalu marbot tersebut memanggil Imam Ahmad dan mempersilahkan Imam Ahmad menginap di kios roti miliknya yang ada di samping masjid.

Imam Ahmad saat itu melihat perilaku penjual roti sekaligus marbot masjid tersebut yang tak pernah berhenti melafalkan kalimat istighfar. Kecuali ketika ia diajak berbicara.

Lalu Imam Ahmad bertanya sejak kapan pria tersebut mengamalkan kalimat istighfar. Dan dijawab jika sudah lama sejak ia muda. Imam Ahmad pun bertanya, apa manfaat dari istighfar. Pria itu menyampaikan jika apapun yang dia inginkan selalu diijabah oleh Allah SWT.

Dia pun berkata, "Hanya satu yang belum dikabulkan oleh Allah SWT. Saya minta dipertemukan dengan Imam Ahmad,".

Lalu Imam Ahmad bertakbir dan menceritakan bagaimana Imam Ahmad datang ke kota di Irak tersebut. Di mana tanpa ada tujuan jelas, Imam Ahmad datang ke sebuah kota di Irak, dan ternyata itu digerakkan oleh istighfar seseorang.