Kasus permohonan cerai yang dilakukan Bagus (bukan nama sebenarnya) di Tulungagung yang viral lantaran tidak kuat melayani istri, menjadi perbincangan ramai. Pernikahan lima bulan telah dimanfaatkan untuk berusaha mengimbangi nafsu sang istri, namun rupanya Bagus masih kewalahan melayani permintaan istrinya dan memilih jalan berpisah.
Sebenarnya apa yang terjadi dengan istrinya yang begitu besar hasrat berhubungan intim, hingga setiap hari harus meminta jatah sampai sembilan kali?
Baca Juga : Sehari 3 Orang PDP Meninggal Dunia di Kota Batu, Belum Ada Tambahan Pasien Sembuh
"Seksualitas manusia adalah misteri. Aktivitas seksual dengan keinginan koitus delapan kali lebih banyak ditandai dengan keterpakuan (preocupation) terhadap keinginan koitus yang eksesif dan konstan masuk dalam pembahasan hiperseksualitas," kata psikolog Ifada Nur Rohmaniah, Sabtu (15/08/2020).
Lanjutnya, keinginan sangat tinggi untuk melakukan hubungan seksual tidak terkontrol pada perempuan dikenal dengan istilah Nymphomania.
"Sangat dimungkinkan justru tidak menikmati hubungan seksual itu sendiri karena (bisa) akibat depresi, masalah karir, percintaan yang gagal dan sebagainya," ujarnya.
Penyebab psikologis hiperseksualitas menurut Ifada, pelarian terhadap konflik yang bersumber oedipal yang tidak teratasi, kebutuhan untuk membuktikan derajat maskulinitas dan feminitas bahkan kebutuhan untuk mendapatkan kasih sayang dengan hubungan intim.
"Selain itu orang yang mengalami gangguan hiperseksual bisa akibat aktivitas pornografi, masturbasi, seks berbayar bahkan seks dengan banyak pasangan," ungkapnya.
Nymphomania bisa disembuhkan dengan dilakukan therapy seperti CBT (cognitive Behavioral Therapy), ACT (Acceptance and Commitment Therapy) serta intervensi medis obat - obatan.
Baca Juga : Begini Penanganan Pasien Covid-19 di Kabupaten Blitar
Psikolog sekaligus owner Ifada and partners dengan kantor pelayanan di Tulungagung itu memastikan jika seks juga dipengaruhi oleh psikologis, sehingga jika perilaku seks tidak wajar dapat dikategorikan mengalami kelainan.
Sebelumnya, diketahui bahwa Bagus mengajukan perceraian karena merasa tak kuat melayani nafsu istrinya yang minta jatah hubungan intim sehari 9 kali. Pengacara Bagus, Hufron Efendi memastikan jika masalah tersebut telah selesai dan Bagus telah sah bercerai dengan istrinya.