Bunda Ratu Satiyem setelah 7 hari menjalani perawatan di RS Al Huda Gambiran Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Bunda Ratu Satiyem setelah 7 hari menjalani perawatan di RS Al Huda Gambiran Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

Bunda Ratu Satiyem masih terus berjuang melawan virus Covid-19 yang menderanya. Dirinya hampir seminggu menjalani perawatan dan pengobatan.

Tak sendiri, suami Bunda Ratu pun berada di RS Al Huda dengan kasus serupa, yaitu dinyatakan positif Covid-19. Ridwantoro, suami Bunda Ratu, pertama yang dirawat, dan kini sudah sekitar 14 hari menjalaninya.

Baca Juga : Dinkes Provinsi Jatim Turun Tangani Kasus Ibu Lahiran Sendiri Hingga Bayinya Meninggal

Rentang waktu itu pula, pengalaman spiritual Bunda Ratu terjadi. Di mana, Bunda Ratu didatangi sebanyak dua kali oleh keluarganya yang telah meninggal dunia, melalui mimpi.

Wanita asal Desa Sambimulyo itu menyampaikan, dalam beratnya sakit, di saat tertidur, dia maupun suami selalu bermimpi didatangi ayah mereka. Mertua laki-laki datang dua kali menemui suami dengan isyarat menyuruh secepatnya pergi.

Dia juga mengalami hal serupa bermimpi didatangi almarhum bapaknya dua kali. Pertama yang  dirasakan beliau hadir bersama 2 (dua) orang melayang di sebelah kanan atas. Sambil melayang memandangi dirinya hingga akhirnya terjaga.

Selanjutnya hari kedua, Bunda Ratu merasa ayahnya hadir lagi. Tapi sendirian dengan memakai sayap kain lurik Jawa. Lantas duduk di sebelah kanan tempat tidurnya. Wajahnya tampak sangat bersinar, tersenyum, menggelengkan kepala lalu menghilang.

"Kami mimpi di malam yang sama. Hanya lokasi yang berbeda. Suami berada di RS Al Huda sementara saya isolasi mandiri di rumah,"jelasnya.

Mimpi didatangi keluarga yang meninggal itu yang membuat Bunda Ratu merenung. Kematian bisa datang kapanpun dan terpapar covid merupakan salah satu cara. 

“Kami berjuang untuk mampu mengalahkan Covid. Kalaupun kami harus meninggalkan dunia, ingin dan berharap anak dan cucu tidak terbebani. Karena kami mati dalam keadaan terbungkus plastik. Kami ingin diramut, dimandikan, dikafani dan dimakamkan secara wajar,” ujarnya.

Baca Juga : Viral Video Jenazah PDP di Kota Malang Dicium, Keluarga Tolak Pemakaman Protokol Covid-19

Permintaan itu  agar keluarga, lanjutnya, bisa memberikan sentuhan kasih sayang terakhir jenazah kami.  

Di sela melawan virus Covid-19, Bunda Ratu yang mengalami rasa sakit yang sempurna, memperbanyak syukur. Salah satunya adalah membagi pengalamannya menderita Covid-19 yang  membuat tubuh dan jiwa serasa di awang-awang, karena rasa sakitnya.

“Pengalaman ini agar menjadi ilmu yang bermanfaat tentang bagaimana cara melindungi diri dan menang menghadapi Covid. Jangan lagi ada korban berjatuhan oleh virus yang belum ditemukan obatnya sampai saat ini... Please dengarkan suara saya. Patuhi protokol kesehatan pemerintah, makan cukup dan bergizi, makan buah yang mengandung vitamin c dan jangan melakukan aktivitas di publik kalau badan tidak fit. Covid 19 ada dimana-mana dan mudah masuk pada orang yang kondisi kesehatannya menurun dan sifatnya pasti,” urainya.

Disinggung perawatannya hampir 7 hari, Bunda Ratu menyampaikan optimismenya. Manakala melihat obat-obatan yang diberikan RS sangat baik dan ditunjang pemberian  makanan yang bergizi. Belum dengan tambahan minuman herbal yang harus  konsumsi dengan disiplin rutin  dan berkelanjutan.