free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Lingkungan

262 Pedukuhan di Yogyakarta Mulai Alami Krisis Air di Awal Agustus 2020

Penulis : Imam Mutaqqin - Editor : Nurlayla Ratri

07 - Aug - 2020, 17:15

Loading Placeholder
Proses dropping air bersih di Gunungkidul oleh pihak swasta.

Memasuki bulan kedua musim kemarau, warga Yogyakarta yang tinggal di wilayah perbukitan mulai dihantui kekeringan rutin tahunan yang mengakibatkan kekurangan air bersih. 

Setiap tahun hal ini hampir bisa dipastikan dialami oleh warga di tiga kabupaten yaitu Sleman, Bantul dan Gunungkidul. Dari ketiga kabupaten tersebut, Gunungkidul menjadi wilayah terluas yang warganya terdampak secara langsung.

Baca Juga : Perihal Plengsengan Ambrol Sungai Molek, Bupati Sebut Telah Kirim Surat ke Provinsi

Sejak awal bulan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sudah ada 262 pedukuhan di 8 kecamatan yang mengalami krisi ir bersih. 

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki menjelaskan kedelapan kecamatan tersebut adalah Girisubo, Paliyan, Purwosari, Rongkop, Saptosari, Semanu, Tepus dan Tanjungsari. 

“Yang sudah mengajukan dropping Rongkop, Girisubo, Semanu, dan Purwosari,” ujar Edy menjelaskan.

Terkait dengan dropping air bersih, Edy menjelaskan sejak bulan Juli lalu Bupati Gunungkidul telah menandatangani surat keputusan (SK) darurat kekeringan. Dalam SK tersebut, Pemkab Gunungkudul menganggarkan Rp 740 juta untuk kebutuhan dropping air bersih. 

“Nilai ini lebih besar dibanding 2019 lalu sekitar Rp 500 juta,” ungkapnya mengenai anggaran yang disediakan bupati.

Terpisah, Camat Girisubo Arif Yahya saat dihubungi mengatakan mengatakan, dari total 8 kelurahan, separonya telah mengajukan dropping air bersih. Hal ini disebabkan Kecamatan Girisubo masuk dalam zona merah langganan kurang air bersih setiap tahunnya. 

Untuk anggaran, Arif telah memanfaatkan dana yang masih ada yakni sekitar Rp 90 juta. “Jika tidak mencukupi, kami akan berkoordinasi dengan pemkab melalui BPBD,” jelas Arif.

Berbeda dengan Gunungkidul, kekurangan air bersih di Kabupaten Sleman setiap tahunnya hanya terjadi di wilayah Kecamatan Prambanan. Walaupun saat ini sudah terpasang jaringan pipa air bersih, namun BPBD Sleman tetap siaga dan menyiapkan langkah antisipatif berupa bantuan dropping serta tangki yang setiap saat bisa dilakukan. 

Baca Juga : Suhu Udara Dingin Diprediksi Sampai Oktober, Ini Pengaruh Bagi Kesehatan hingga Kecantikan

Untuk jumlah bantuan dropping, Makwan menjelaskan masih di kisaran yang sama dengan tahun lalu. “Sekitar 2.000 tangki lebih dengan kapasitas per tangki 5.000 liter,” jelas Kepala Bidang Kedaruratan BPDB Sleman ini.

Untuk Kabupaten Bantul, kecamatan yang masuk zona rawan ada di wilayah perbukitan di sisi timur dan barat kabupaten. Untuk wilayah timur meliputi kecamatan Piyungan, Pleret, Dlingo, dan Imogiri. Sedangkan wilayah barat hanya di dua kecamatan yaitu Pajangan dan Pandak. Hal ini dijelaskan langsung oleh Dwi Daryanto selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul. 

Walaupun wilayah-wilayah yang disebutkan di atas rutin mengalami kekeringan, menurut Daryanto hingga 6/8/2020 belum ada laporan yang diterima BPBD baik dari camat, maupun masyarakat secara langsung. “Tetapi kapanpun masyarakat mengajukan terkait dampak kekeringan kita siap,” tegasnya mengenai kesiapan dropping air bila dibutuhkan.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Melalui sebuah thread di twitter awal bulan Juli telah merilis perkiraan potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satu wilayah yang terdampak adalah DIY yang meliputi hampir seluruh kabupaten yang ada, khususnya Bantul, Gunungkidul, Sleman dan tidak kecuali Kulonprogo.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Imam Mutaqqin

Editor

Nurlayla Ratri

Lingkungan

Artikel terkait di Lingkungan

--- Iklan Sponsor ---