Mario Gomez saat beri instruksi pemainnya (official Arema FC)
Mario Gomez saat beri instruksi pemainnya (official Arema FC)

Badai mulai melanda tim Arema FC menjelang hari ulang tahun pada 11 Agustus mendatang. Yaitu kehilangan pelatih kepala, Mario Gomez. Ketiganya memiliki agen yang sama sehingga tidak sejalan dengan aturan rekontrak.

Manajemen Arema FC menganggap kehilangan Mario Gomez adalah kerugian bagi timnya. Hal itu menyusul materi pemain yang sudah disusun sejak awal musim bersama tim pelatih, namun akibat wabah Covid-19 pelatih asal Argentina itu mundur karena tak sejalan dengan kebijakan rekontrak.

Baca Juga : HUT Arema, Ini Instruksi Wali Kota Malang untuk ASN

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo menyebut bahwa kehilangan Mario Gomez adalah kerugian dari sisi manajerial. Karena mantan pelatih Persib Bandung itu memiliki kontrak yang cukup tinggi. "Dari sisi manajerial kehilangan Gomez ini rugi. Kalau dari sisi teknisnya tentatif sih," ucap Ruddy.

Menurut Ruddy, SKEP PSSI itu sudah fair dan bisa dipahami pemain dan pelatih karena semua tim di dunia juga mengalami hal yang sama. "Aku tidak membantu siapa-siapa ya, tapi menurut saya SKEP PSSI itu sudah fair karena waktu bekerja dan waktu menunggu (ketika ada wabah) itu sudah sama lho. Dan permasalahan ini bukan hanya di Arema, hampir semua di 18 klub itu ada semua. Cuma terbuka atau tidak, dan memang kebanyakan asing semua," ungkap Ruddy.

Saat ini, Ruddy masih tetap mengandalkan materi pemain lama dan masih dipandu oleh asisten pelatih Charis Yulianto, Kuncoro dan Singgih Pitono. Sementara pelatih kiper Felipe Americo masih melanjutkan kerjasama hingga akhir musim.

Baca Juga : Susul Mario Gomez, Marcos Gonzales dan Jonathan Bauman Out dari Arema FC

"Siapa tahu ada pelatih yang mau dibayar sesuai aturan PSSI sekarang. Kalau pelatih ganti ya mungkin bahannya tetap, mau gak mau ya bagaimana lagi," jelas Ruddy.