Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Sosial kesal dengan pihak-pihak yang masih nyinyir dalam pelaksanaan protokol kesehatan covid-19.
Erick menegaskan, pemerintah pusat dan seluruh pemerintah daerah tiada henti-hentinya memastikan protokol covid-19 terlaksana. "Sangat aneh, kalau masih ada pihak-pihak yang nyinyir, ya, pada pelaksanaan protokol covid-19", kata Erick dalam sambutan lauching aplikasi reservasi online tiket ferry di kanal Youtube Kemenparekraf pada Sabtu, (25/7/2020).
Baca Juga : 20 Pegawai Pemkab Jombang Reaktif, Gugus Tugas Tak Lakukan Tes Swab
Pasalnya, vaksin covid-19 yang saat ini tengah dalam tahap uji klinis fase III yang merupakan hasil dari kerja sama antara Indonesia melalui induk Holding BUMN Farmasi PT. Bio Farma dengan Sinovac, China, baru akan diproduksi pada tahun depan.
"Vaksin sudah akan diproduksi, tapi itu kan baru mulai Januari-Februari tahun depan, berarti masih 6-7 bulan lagi kita harus menghadapi covid-19 ini," kata Erick.
Tidak hanya dialami Indonesia, tapi juga seluruh negara di dunia, terus melakukan penelitian uji klinis pengembangan vaksin demi melawan virus yang telah membunuh sekitar 640 ribu orang dalam setengah tahun terakhir ini.
Baca Juga : Kasus Covid-19 Kian Melonjak, Pemkot Malang Pastikan RS Rujukan Covid-19 Aman
Kepada masyarakat, Erick menekankan supaya bersatu memastikan dan membiasakan diri memenuhi protokol covid-19 itu berjalan, memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak untuk kembali merasakan aman.