Forkopimda Kota Kediri dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri menggelar rapat koordinasi, Selasa (21/7) di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri. (Foto: Istimewa)
Forkopimda Kota Kediri dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri menggelar rapat koordinasi, Selasa (21/7) di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri. (Foto: Istimewa)

Menjelang Hari Raya Idul Adha, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar beserta Forkopimda Kota Kediri dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri menggelar rapat koordinasi, Selasa (21/7). Rapat berlangsung di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.

Dalam rapat koordinasi ini, wali kota menyampaikan dua poin penting terkait pelaksanaan salat Idul Adha dan kurban. Pertama, salat Idul Adha boleh dilakukan dengan protokol kesehatan namun dianjurkan untuk salat di rumah.

Baca Juga : Masih Hidup, Murid Nabi Isa Isyaratkan Umur Panjang sampai Al-Masih Turun dari Langit

“Terkait Idul Adha ini, kami sebagai pemerintah menyampaikan bahwasanya kami tidak melarang yang mau salat. Tapi sebaiknya salat di rumah. Kalau mau salat, dilakukan dengan protokol kesehatan supaya bisa saling menjaga. Kalau bisa, tempat mengadakan salat Idul Adha cari tempat dengan sirkulasi udara yang bagus,” ujar wali kota.

Kedua, kurban dilakukan dengan protokol kesehatan dan tidak dihabiskan setelah salat Idul Adha, tetapi bisa dilakukan sampai hari tasyrik berakhir.

“Ini semua agar tidak berjubel. Bisa juga dengan menggunakan kupon. Kalau bisa, ya diantarkan ke rumah masing-masing,” ungkap wali kota yang akrab disapa Mas Abu ini.