Banner Umar Usman yang telah terpasang di pertigaan Pakisaji tepatnya di seberang Puskesmas Pakisaji, Senin (13/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Banner Umar Usman yang telah terpasang di pertigaan Pakisaji tepatnya di seberang Puskesmas Pakisaji, Senin (13/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

Suhu perpolitikan di Kabupaten Malang semakin memanas seiring saling susulnya nama-nama yang beredar untuk menjadi bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Malang di pilkada Kabupaten Malang 2020.

Hal ini terlihat dengan beredarnya wajah para calon dan kandidat yang terpasang di banner dengan ukuran kecil hingga besar di beberapa ruas jalan Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Koalisi Gerindra-PDI Perjuangan Belum Deal, Chusni Mubarok: Hampir 90 Persen Bergabung

Salah satunya adalah Umar Usman yang digadang-gadangkan menjadi balon bupati yang diusung oleh PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). 

Umar yang berprofesi sebagai dokter berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) dan menjabat sebagai Direktur RSUD Kota Malang ini nampaknya telah berniat dengan sungguh-sungguh untuk turut serta berkontestasi di Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Umar pun menuturkan bahwa terpasangnya banner-banner yang menampakkan foto dirinya dengan mengusung tagline "Menuju Malang Tangguh Bersama Dokter Rakyat" sebagai upaya menjalankan instruksi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PKB yang tertuang dalam surat persetujuan (bukan rekomendasi).

"Itu tindak lanjut beberapa poin yang diminta dari DPP PKB ketika diminta surat persetujuan rekomendasi. Slah satunya adalah branding kita sudah harus meningkat," ujarnya ketika dikonfirmasi oleh awak media, Senin (13/7/2020). 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Malang ini mengatakan bahwa branding telah dilakukan, baik melalui media di udara dan juga branding melalui darat.

"Banding udara juga sudah kita lakukan, branding darat berupa banner-banner juga kita lakukan," tegasnya. 

Mulai maraknya banner Usman, sec6arq langsung semakin memanaskan tensi perpolitikan di Pilkada Kabupaten Malang. Karena sebelumnya telah berjejer banner dari Bupati Malang Sanusi yang mencalonkan kembali sebagai calon bupati dari kalangan incumbent. 

Baca Juga : 2.215 Calon PPDP di Tuban Jalani Rapid Test sebelum Dapat Tugas Coklit

Selanjutnya juga ada banner dari Heri Cahyono yang mengusung tagline Malang Jejeg. Sekarang Umar Usman yang telah memasang banner dengan mengusung Malang Tangguh. 

Umar pun mengatakan, bahwa dengan mengusung tagline Malang Tangguh ia beralasan bahwa kondisi pandemi Covid-19 mendorong kita dan masyarakat luas untuk menjadikan Malang Tangguh. Mulai dari masyarakatnya, lingkungannya dan juga hal-hal lain agar menjadi tangguh.

"Baik ekonomi, pendidikan, budaya, agama juga harus tangguh semua. Bahwa covid tidak akan hilang kalau diremehkan bisa fatal. Tapi covid juga nggak boleh dianggap menakutkan supaya kita tidak juga menjadi down atau stres terhadap covid," ujarnya.

Lebih lanjut Umar mengatakan, bahwa Covid-19 ini sebagai ciptaan Tuhan, di mana masyarakat diajak untuk mengambil hikmah dari musibah ini dan juga yang paling terpenting penyesuaian adaptasi terhadap Covid-19.

"Sehingga diperlukan ketangguhan-ketangguhan di musim covid ini semua sektor harus berjalan terus, tetapi ada adaptasi terhadap covid. Itu yang penting bagaimana supaya mulai ekonomi, pendidikan, agama itu berjalan semuanya. Tapi menjaga agar tidak terjadi penularan dan kefatalan," pungkasnya.