Tanah longsor beberapa saat lalu di Jalan Rajekwesi-Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. (Foto: BPBD Kota Batu)
Tanah longsor beberapa saat lalu di Jalan Rajekwesi-Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. (Foto: BPBD Kota Batu)

Selama bulan Juni lalu kriteria curah hujan di Kota Batu termasuk rendah, sehingga berdampak dengan rendahnya bencana di Kota Batu. 

Tercatat dalam data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu hanya terjadi tiga bencana. Yakni, 1 Juni di Jalan Rajekwesi-Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, berupa tanah longsor yang  menutup sebagian badan jalan, waktu itu.

Baca Juga : Wisatawan Berjubel di Alun-Alun Kota Batu, Pengawasan Protokol Kesehatan Ketat

Kemudian pada 2 Juni yakni kebakaran di Jalan Raya Selecta, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Terakhir diakhir bulan pada 28 Juni terdapat kejadian pohon rawan tumbang di Jalan Raya Moch Hatta Dusun Pendem, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo.

“Selama bulan Juni potensi bencana sangat kecil melihat curah hujan berkurang atau rendah,” ungkap Pelaksana Tugas (plt) BPBD Kota Batu, Agung Sedayu.

Ia menambahkan, pada bulan Juni curah hujan di Kota Batu termasuk kriteria rendah, berkisar 0-20 mm. Sedangkan hari tanpa hujan termasuk dalam kriteria panjang, berkisar 21-30 hari. 

“Prakiraan peluang curah hujan di Kota Batu pada Dasarian I (01-10 Juli 2020) lebih dari 90 persen. Ini sesuai dengan sumber data BMKG Karangploso,” tambahnya.

Sedangkan berdasarkan hasil dari monitoring dan pemantauan wilayah, sepanjang bulan Juni 2020 cuaca Kota Batu didominasi cerah pada pagi sampai siang hari. Lalu cerah berawan dan berawan pada sore hari sampai malam hari.

Baca Juga : Mengharukan, Petugas Pemakaman yang Kelelahan Tertidur di Samping Batu Nisan

Meski demikian, jika pada musim penghujan bencana alam yang berpotensi di Kota Batu ada tanah longsor dan banjir, namun berbeda pada saat musim kemarau. Giliran kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan angin kencang berpotensi terjadi pada musim kemarau di Kota Batu.