Herlin saat di wawancara jurnalis Madiun Times
Herlin saat di wawancara jurnalis Madiun Times

Bantuan Sosial Tunai (BST) menjadi obat bagi warga tak mampu dan terdampak Covid 19. Sayangnya, masih ada warga yang sebenarnya berhak, namun tidak mendapatkan jatah tersebut.

Seperti halnya dialami Juremi, seorang pekerja serabutan warga RT 12 RW 4 Kelurahan Tawangrejo, Kota Madiun. Dia bersama keluarganya harus sabar makan seadanya sambil menantikan bantuan pemerintah yang tidak kunjung datang.

Baca Juga : Polres Madiun Kota Giatkan Pemantauan dan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Pasalnya hingga kini bantuan BST Pusat seperti yang disampaikan oleh pihak pemerintah Kelurahan Tawangrejo Kota Madiun tak kunjung ia terima. Sementara tetangganya yang lain yang menurut kacamata dia sebagai orang kategori mampu, justru memperoleh BST yang nilainya sebesar Rp 600 ribu.

"Saya sudah beberapa kali datang ke kelurahan menanyakan, setelah tetangga kanan-kiri menyuruh saya menanyakan ke kelurahan, mantuan BST dari pusat Kok belum cair hingga kini," kata Herlin istri Juremi dengan polosnya.

Warga RT 12 RW 4 Kelurahan Tawangrejo Kecamatan kartoharjo Kota Madiun Ini adalah potret kecil warga miskin yang butuh uluran tangan. 

Mereka tinggal di rumah kecil ukuran 5x9 meter dengan dinding yang masih berupa bata. Lantai plester yang sudah hancur. Juremi bersama keluarganya merasakan himpitan hidup yang semakin berat terlebih di tengah pandemi covid 19.

Setelah hampir 3 bulan lebih harus tinggal di rumah mengikuti instruksi pemerintah tidak keluar rumah, membuat kehidupan merak semkain berat.

Sekadar untuk menyambung makan bagi keluarganya kadang dia harus rela mencari dedaunan seadanya. Hal itu karena penghasilannya selama 3 bulan juga terhenti.

Herlin dan Juremi sangat berharap kelancaran BST. “Saya sudah bersabar mulai bulan mei-juni menantikan bantuan itu, namun ternyata tak pernah datang undangan pengambilan BST melalui kantor pos,” keluhnya.

Baca Juga : Tradisi Siram Air di HUT Bhayangkara, 4 Tahun Brigpol Ramzy jadi "Korban"

Dia sangat berharap bisa mendapatkan bantuan pemerintah seperti saudara atau tetangga satu RT lainnya.

Meski demikian, mereka tetap bersyukur karena di saat new normal ini Pabrik Gula Rejo Agung buka. Sehingga pada Minggu ini Juremi bisa ikut bekerja di sana. "Saya juga berterima kasih pihak kelurahan sudah memberikan bantuan beras dan bahan pokok sembari menunggu BST pusat cair," terang dia.

Sementara itu ketua RW 4 Haji Agus Tohari menyampaikan bahwa Juremi sudah diusulkan tetap dia tidak tahu sistem entry datanya membuat Juremi juga belum memperoleh undangan dari kantor pos untuk mengambil bantuan BST pusat. Bahkan menurut petugas entry data di kelurahan disampaikan bahwa juremi sudah masuk BST pusat. ”Sudah beberapa kali disampaikan untuk bersabar karena tinggal menunggu undangan dari kantor pos," jelas Agus.

Madiun time mengklarifikasi ke pihak kelurahan Tawangrejo Kota Madiun. Namun, Karneli, Lurah Tawangrejo meminta untuk bersabar. "Sudah kita usulkan sesuai data yang ada, mohon bersabar menunggu," kata Karneli.