korban sesaat setelah dievakuasi dari sungai (ist)
korban sesaat setelah dievakuasi dari sungai (ist)

Nahas, 2 anak meninggal dunia tenggelam saat bermain di sungai. Mereka adalah Muhammad Ya'luu Masuun (11) dan Muhammad Juniar Fathur Rossi (14). keduanya warga dusun Bonsari, Desa. Ngunggahan kecamatan Bandung. Mereka berenang di sungai yang berbatasan dengan Desa Sambitan, Kecamatan Pakel.

Paur Subag Humas Polres Tulungagung, Bripka Endro Purnomo membenarkan adanya kejadian itu. "Ada 2 anak yang meninggal karena tenggelam," ujar Endro, Sabtu (4/7/20) sore.

Baca Juga : Ditarget Selesai Desember, Pembangunan Rumah Pompa Petekan Terus Dikebut

Awalnya Ya'lu dan Rosi bermain di sungai bersama kedua teman lainya, Dimas dan Wildan sekitar pukul 2 sore. Saat kejadian, Wildan dan kedua korban menaiki perahu dari tong besi, sedang Dimas berenang di sekitarnya.

Saat naik perahu, ketiganya sambil bergurau dan menggoyangkan perahu tersebut.

Saat perahu bergeser sekitar 30 meter ke selatan dari lokasi awal mereka berenang, perahu tiba-tiba tenggelam dengan bagian depan terlebih dahulu.

Diduga perahu kemasukan air saat digoyang-goyang oleh mereka. Kedalaman sungai diperkirakan sekitar 2,5 meter dengan lebar 12 meter. "Wildan berhasil berenang menyelamatkan diri, sedangkan Rosi dan Ya'lu tidak bisa berenang," terangnya lebih lanjut.

Dimas yang mengetahui temannya tenggelam mencoba menyelamatkanya, namun usahanya tak berhasil. Mendengar teriakan kedua anak itu, warga yang berada di sekitar lokasi langsung melakukan pencarian. 

Baca Juga : Pencemaran Sungai Bengawan Solo Semakin Parah

Dalam pencarian itu, Ya'lu berhasil ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri. Lalu dilakukan upaya penyelamatan dengan membawanya ke RS Muhammadiyah, Bandung. Sayang nyawanya tak tertolong. "Lalu dilakukan pencarian lagi dan ditemukan korban Rosi dengan kondisi sudah tidak bernyawa," lanjut Endro.

Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pakel. Selanjutnya dilakukan visum luar terhadap kedua korban meninggal dunia. Dari visum yang dilakukan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.