UKMI Unisba Blitar bagikan sembako sekaligus sosialisasikan new normal.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
UKMI Unisba Blitar bagikan sembako sekaligus sosialisasikan new normal.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar terus bergerak meringankan beban warga Blitar Raya yang terdampak pandemi corona (covid-19). Satu di antaranya dengan menyalurkan puluhan paket sembako untuk kaum duafa yang mayoritas bermata pencaharian sebagai pekerja harian, Senin (29/6/2020).  

Santunan duafa dengan tema “Terminal Shodaqoh” kali ini menyasar sejumlah masyarakat di beberapa kecamatan di Kabupaten Blitar. Di antaranya Desa Genengan Kecamatan Doko, Kelurahan Tangkil Kecamatan Wlingi, Desa Jambewangi Kecamatan Selopuro, dan Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan. 

Baca Juga : 7 Kasus Baru Positif Covid-19 di Blitar Raya, 3 di Antaranya ASN

Agenda ini diikuti sejumlah pejabat dan lembaga dari Unisba Blitar. Di antaranya Wakil Rektor I Bidang Akademik Ir Tri Kurniastuti, Baitul Mall Unisba, PMB, Satgas Covid-19 Unisba Blitar, dan UKMI Unisba Blitar.  

“Unisba Blitar, selain memberikan pendidikan yang berkualitas,  juga berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat. Paket sembako yang disalurkan merupakan hasil gotong royong keluarga besar Unisba Blitar dan juga bantuan dari sejumlah donatur. Untuk hari ini, total dibagikan 60 paket sembako,” ungkap Kepala Lembaga Pengembangan Nilai  Islam Unisba Blitar M Yusuf Zen kepada BLITARTIMES.  

Kegiatan Terminal Shodaqoh kali ini juga dimanfaatkan Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Nurul Mujahid Unisba Blitar. Selain membantu mendistribusikan sembako, mahasiswa UKMI juga mensosialisasikan protokol kesehatan terkait persiapan era new normal. Diharapkan, dengan sosialisasi ini situasi di masyarakat tetap aman, sehat dan tidak ada kasus baru covid-19 di wilayah Kabupaten Blitar.

"Pandemi covid-19 belum berakhir.  Kondisi ini menyadarkan kita akan pentingnya penerapan kedisiplinan dalam aspek kebersihan, kesehatan, dan keselamatan yang membuat kita harus siap menghadapi normal baru (new normal),” ungkap Ketua UKMI, Ramadlan.

Baca Juga : Serap Aspirasi OKP Soal Penanganan Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Sampaikan Ini

Ramadlan menambahkan, ada dua tantangan besar yang dihadapi pemerintah di era new normal. Yakni pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat.  Keduanya sama penting dan menjadi prioritas utama agar Indonesia dapat kembali bangkit di tengah pandemi global ini. 

“Masyarakat dalam beraktivitas harus sesuai protokol kesehatan, yakni pakai masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak. Kemudian jaga diri dan kesehatan dengan berolahraga, makan-makanan bergizi, dan menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.(*)