Sekolah di wilayah Banyuwangi diharapkan menyiapkan diri memberikan layanan proses pembelajaran kepada siswa pada tahun ajaran baru 13 Juli 2020 mendatang dalam situasi dan kondisi apapun.
Menurut Suratno, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, saat ini Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) melakukan recovery dalam menyongsong tata kehidupan normal baru atau era new normal. Meski hingga saat ini belum ada kejelasan waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan tatap muka langsung.
Baca Juga : Sambut Tes Calon Mahasiswa Baru, Pemkab Jember Minta Unej Siapkan Protokol Kesehatan
"Dalam kondisi yang tidak pasti ini Dinas Pendidikan memastikan agar semua sekolah mampu memberikan layanan pendidikan pada siswa dalam situasi dan kondisi apapun. Apakah dalam tahun ajaran baru bulan depan dilakukan secara tatap muka langsung atau menggunakan sistem online atau daring masih menunggu keputusan pemerintah,"tegasnya.
Selanjutnya dia menuturkan harapan pengurus PGRI supaya Dinas Pendidikan memberikan izin penggunaan sebagian dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) untuk membiayai pengadaan jaringan internet yang handal.
“Namun sebelum menetapkan pelaksanaan sistem pendidikan dengan tatap muka langsung atau melakukan pembelajaran secara online ada 4 syarat yang wajib dipenuhi agar kabupaten/kota bisa menggelar KBM dengan tatap muka langsung,” imbuhnya.
Adapun 4 (empat ) syarat penerapan pembelajaran secara tatap muka menurut Suratno adalah; pertama Kabupaten/kota masuk zona hijau dalam Covid- 19,
Pemkab/pemkot memberikan izin KBM secara tatap muka, Kesiapan sekolah memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan mendapat ijin tertulis dari orangtua/walimurid.
Baca Juga : PGRI Banyuwangi Minta Fasilitasi Dana BOS untuk Langganan Aplikasi
Seperti diberitakan sebelumnya, Sudarman, Ketua PGRI Banyuwangi menuturkan dari hasil yang dilakukan lembaganya 85 persen orangtua/walimurid belum memberikan izin putra putrinya masuk sekolah. Hasil tersebut bisa dimaknai para orangtua/wali murid tidak percaya kepada sekolah atau yang lebih tinggi tidak yakin kepada pemerintah mampu menjamin keselamatan siswa di sekolah setelah terjadi pandemi wabah Covid-19.
"Untuk itu proses pembelajaran online menjadi sebuah keniscayaan untuk saat ini. Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar dan sukses maka butuh persiapan sarana prasarana menunjang, dana yang memadai dan kesiapan guru/tenaga pendidik yang ada harus sejalan dan bersamaan,"tegasnya.