free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Sambut Tes Calon Mahasiswa Baru, Pemkab Jember Minta Unej Siapkan Protokol Kesehatan

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Nurlayla Ratri

24 - Jun - 2020, 17:19

Loading Placeholder
Bupati Jember bersama Satgas Gugus saat bertemu dengan Rektor Unej untuk membahas persiapan test SBMPTN di Jember (foto : istimewa / Jatim TIMES)

Pemerintah Kabupaten Jember bersama dengan Universitas Jember (Unej), mulai menyiapkan langkah-langkah dalam menyambut calon mahasiswa baru yang akan mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Terutama dalam penanganan calon mahasiswa baru dari luar Kabupaten Jember agar tetap mematuhi himbauan pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga : PGRI Banyuwangi Minta Fasilitasi Dana BOS untuk Langganan Aplikasi

“Apabila tes masuk Unej dilakukan di Kabupaten Jember, maka seluruh peserta yang dari luar kota harus membawa hasil rapid test, dan Pemkab Jember akan membantu Unej dalam pelaksanaan seleksi masuk ini untuk menyiapkan diri sebagai Kampus Tangguh Covid-19,” ujar Bupati Jember Faida.

Dalam momentum pendaftaran masuk perguruan tinggi ini, Pemkab akan menyiapkan petugas di perbatasan masuk Jember.

Petugas harus memastikan peserta seleksi, baik dari luar kota maupun dalam kota terdeteksi.

Agar, apabila ada risiko yang tidak terkendali, tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 tidak kesulitan. 

“Kita harus tahu selama di Jember, mereka tinggal di mana, bertemu dengan siapa, kapan mereka masuk dan kapan mereka pulang,” urainya.

Selain itu, peserta seleksi akan mendapatkan gelang penanda sudah ikut penapisan (screening) di perbatasan masuk Jember. 

Sedangkan untuk peserta dari Jember akan mendapat fasilitas di pos Unej, dengan menyiapkan panduan untuk alur dan protokol. 

Unej perlu membuat video tutorial protokol kesehatan, karena itu menjadi satu syarat untuk keluarnya rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19.

“Ini akan menjadi hal baik, karena sekaligus kita akan membantu pedagang kaki lima. Kita akan tata bersama-sama menjadi PKL Tangguh, semua berharap seleksi masuk perguruan tinggi tidak menjadi pemicu naiknya kasus Covid-19 di Jember, Jember sudah berada di zona oranye, dan sedang berjuang untuk berada di status zona kuning dan hijau,” tuturnya.

Baca Juga : Sebelum Ramai Tuntutan Mahasiswa, Universitas Brawijaya Sebut Sudah Susun Aturan UKT

Sementara Rektor Universitas Jember Iwan Taruna M.Eng menyampaikan, kampus Universitas Jember harus berkordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 di Kabupaten Jember untuk pelaksanaan seleksi itu.

Peserta yang mengikuti tes masuk perguruan tinggi di Universitas Jember tidak hanya dari dalam kota, ada yang dari luar kota, bahkan dari luar provinsi.

“Kami sudah sampaikan ada 12 ribu peserta yang mengikuti tes masuk perguruan tinggi di Unej. Sebelas ribu dari Jawa timur, sisanya dari luar Jawa timur,” terangnya. 

Dia menyebut, Universitas Jember sudah menyiapkan peraturan ujian tes masuk.

Menurut rektor, tes sekarang jauh lebih ringkas dari tes sebelumya sehingga dalam satu hari bisa melakukan empat sesi. 

Pelaksanaan tes di setiap ruang, masing masing dikurangi 80 persen, sehingga tetap jaga jarak.

“Bisa jadi peserta nanti akan diberikan sarung tangan plastik, sehingga mereka tidak menyentuh secara langsung keyboard dan mouse,” jelasnya. Sebelum masuk ruangan, seluruh peserta tes harus cuci tangan dan menggunakan masker. (*) 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Nurlayla Ratri

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---