Makam Van Dinger berada di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Makam Van Dinger berada di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji berencana melalukan pemekaran. Rencananya nama baru atas pemekaran itu bernama Desa Junggorejo.

Diberinya nama Desa Junggorejo itu dari pecahnya Dusun Wonorejo dari Dusun Junggo yang ada di Desa Tulungrejo. Sebab nama tersebut telah melalui kajian Sosial Budaya dan kearifan lokal.

Baca Juga : Pengelola Coban Rondo Kirim Kesiapan Beroperasi, Tim Disparbud Siap Cek Lokasi

Kepala Desa Tulungrejo Suliono mengatakan, jika nama Desa Junggorejo itu telah melalui proses yang panjang sebelum usulan Pemekaran Desa Sumber Brantas dari Desa Tulungrejo. 

“Karena nama Desa Junggorejo tersebut telah beberapa kali menjadi bahan perdebatan dalam setiap pembahasan, saat ada usulan Pemekaran Desa Tulungrejo oleh warga Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo,” ucapnya. 

Nama desa itu muncul setelah dilakukan Musyawarah Dusun dengan  mengundang 29 orang yang terdiri dari Kepala Desa Tulungrejo Suliono, Kepala Dusun Junggo Nurhadi, anggota BPD Dapil Junggo, Ketua RW,  Linmas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Perwakilan Perempuan dan Tokoh yang dituakan dari Dusun Junggo serta anggota Pokja Pemekaran Desa Tulungrejo dari Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo.

Sebelumnya usulan nama desa baru itu ada beberapa pilihan, antara lain nama Desa Ardi Rejo, Desa Junggo Sukomulyo, Desa Watugambang, Desa Ardi Mulyo Rejo, Desa Junggorejo Mekarsari dan Desa Junggorejo. Dan akhirnya disepakati bahwa dari warga Dusun Junggo menyepakati dan mengusulkan untuk nama Desa hasil pemekaran Desa Tulungrejo dengan nama Desa Junggorejo.  Nama tersebut merupakan gabungan nama Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo.

Sementara itu Arif Erwinadi Sekretaris Pokja Pemekaran Desa Tulungrejo menambahkan, dengan adanya musyawarah itu agar ditindaklanjuti dengan rencana pemekaran Desa Tulungrejo, dengan terlebih dulu menetapkan nama desa baru hasil pemekaran Desa Tulungrejo. Kemudian menetapkan batas desa. Dan rencana penentuan pusat pemerintah desa.

“Untuk rencana ke depan juga ada wacana pemekaran Dusun baik dusun Junggo bisa dimekarkan menjadi dua dusun demikian pula dusun Wonorejo bisa menjadi dua dusun juga,” ucapnya.

Baca Juga : Masih Darurat Covid-19, Wisata di Jombang Nekat Buka

“Untuk rencana pusat pemerintahan desa telah disepakati terletak di tanah dekat Punden Watugambang seluas seribu meter persegi yang merupakan hibah dari keluarga almarhum Surya Ananta Sudibyo kepada Dusun Junggo yang rencananya bisa dibangun untuk balai desa,” tambah Arif.

Sebab letak Punden Watugambang antara Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo yang sangat strategis jaraknya berdekatan antara kedua dusun. Kemudian  proses selanjutnya menunggu Pemerintah Desa Tulungrejo untuk menyelenggarakan musyawarah Dusun Wonorejo untuk menyepakati nama Dusun sebagaimana yang telah dilakukan Dusun Junggo.