Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemantauan langsung atas bantuan mesin pendeteksi Covid-19 atau mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) yang sudah diserahkan ke RSD dr Koesnadi Bondowoso, beberapa waktu yang lalu.
Liaison Officer BNPB, Mayjend TNI (Purnawirawan) Eko Budi S yang terjun langsung ke Bondowoso mengatakan, bahwa mesin PCR tersebut hanya ada 10 unit di Propinsi Jawa Timur (Jatim) yang dinantikan diberikan ke berbagai daerah. Salah satunya diberikan ke Kabupaten Bondowoso.
Baca Juga : Usai Melahirkan di Rumah Sakit, Warga Kota Batu Dinyatakan Positif Covid-19
“Sampai saat ini Corona ini belum ada obatnya. Jadi kita harus memulai dari diri sendiri untuk menerapkan protokol kesehatan. Sementara PCR itu sendiri berfungsi untuk mendeteksi Covid-19,” ujarnya ketika berkunjung ke Pendapa Bupati Bondowoso.
Bantuan mesin PCR ini, lanjut Eko diharapkan bisa secara cepat dan tepat mendeteksi penyebaran Covid-19. Sekaligus sebagai strategi kebijakan pencegahan bagi pemerintah daerah yang mendapatkan bantuan.
Pasalnya, mesin PCR ini berfungsi untuk mendapatkan reproduction number (Ro) atau angka reproduksi dalam pandemi virus Covid-19.
Tapi, tegas Eko, protokol kesehatan tetap harus diperhatikan untuk mencegah sebaran virus Covid-19. Hal ini pula yang ditekankan ke masyarakat Bondowoso. “Intinya adalah protokol kesehatan harus diperhatikan. Dengan mesin PCR ini akan mudah dideteksi sehingga bisa dilakukan pencegahan dengan karantina. Reagenya kita bekali 3.000 nanti jika kurang bisa mengajukan kembali,” ujarnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso Syaifullah menyampaikan, bahwa mesin PCR bantuan dari BNBP senilai Rp 1,5 miliar tersebut dipergunakan di RSUD.
Baca Juga : Rekor Pecah Lagi, Kota Malang Catat Tambahan 15 Kasus Positif Covid-19 dalam Sehari
“Kita siapkan di RSUD, tapi sudah ada 23 tenaga kesehatan yang telah mengikuti pelatihan dan siap mengunakan alat tersebut untuk pencegahan Covid-19 di Bondowoso,” ucapnya.