Prestasi membanggakan ditorehkan anak kampung di tingkat nasional, Mohammad Iqbal Ego Anggara Sakti. Iqbal yang berasal dari Desa Gandong Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi ini tidak hanya jagoan kandang pada prestasi pencak silat, tapi juga jagoan di kancah nasional.
Karena prestasinya itu, dia pun diundang oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk diberikan penghargaan.
Baca Juga : Tiga Pesepakbola Muslim yang Bisa Batal Mudik Akibat Covid-19
Remaja 14 tahun yang dikenal pendiam ini terpacu menggeluti bela diri karena sering diejek oleh teman-teman dan orang di sekitarnya.
Dia sering diejek orang karena latar belakang keluarganya, yang notabenenya adanya ayahnya yang suka berkelahi tetapi kenapa dia Iqbal menjadi yang lemah.
Karena ejekan itu, anak dari pasangan suami istri Kodho dan Wiwin ini berlatih bela diri. Iqbal mengikuti latihan bela diri di salah satu organisasi pencak silat. Kemudian dia melanjutkan di padepokan panter club.
"Setelah itu, keluar lagi dari klub dan berlatih di rumah dengan ayah sendiri," kata Iqbal.
Singkat cerita, Iqbal dimasukkan oleh orang tuanya di di champ Pangeran Timur ( Caruban, Madiun), asuhan Kang Muktar. Dari situlah prestasi mulai terlihat.
Baca Juga : Masa Pandemi Covid-19, Dewi Persik Patuh Orang Tua
Banyak event yang diikutinya dan meraih juara. Seperti Juara 1 STIEMJ NATIONAL CHAMPIONSHIP 3 pada tanggal 2-3 Maret 2019 di Gor PKP Jakarta Islamic School. Kemudian, juara 1 tanding kelas J SMP Putra, pada kejuaraan pencak silat terbuka antar pelajar ( PUM) dr.(hc).h.Eddi M Nalapraya pada tanggal 23-25 Agustus 2019.
Kemudian juara 1 Kejurnas dan festival III, dalam rangka Harlah padepokan pencak silat Indonesia Jakarta pada tanggal 03- 07 Januari 2020 untuk mewakili Jawa Timur. Juara 1 dalam tournament kartonyo championsship 1 di Gor Bung Hatta Ngawi pada tanggal 10-12 Januari 2020.
Dengan prestasi yang didapatkan, dia mendapatkan suatu penghargaan diundang oleh Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah untuk datang ke pendopo. Mendapat undangan itu, dia pun grogi dan mengalami kebingungan. "Saya bingung karena tidak ada teman, dan belum tahu tempatnya. Tetapi saya bangga dan senang," kata dia.