Bonsai merupakan salah tanaman hias yang dikerdilkan, ternyata sampai saat ini masih sangat digemari. Kolektor terus memburu tanaman hias ini, walau dengan harga yang melambung.
Rastiko Wisnu Dharma, salah seorang penggemar yang juga pemburu bonsai di Lumajang, selama ini sering menemukan bakalan bonsai di sejumlah desa di Lumajang, walaupun harus melakukan perawatan yang cukup lama.
Baca Juga : Warganet Rayakan Tarian Penghancur Raya: Tunggu Datangnya O2 Dijual Negara
"Kalau yang bakalan itu namanya masih kelas prospek mas. Jadi memerlukan perawatan yang cukup lama. Bisa sampai lima tahun perawatannya untuk benar-benar menjadi bonsai yang bagus," kata Rastiko, yang juga seniman mural ini.
Selama ini Rastiko mendapatkan bakalan bonsai dari sejumlah kawasan di Lumajang, termasuk dari perkebunan karet yang ada di Lumajang. Menurut Rastiko, sejumlah tanaman yang bisa dirawat menjadi bonsai, justru menjadi gulma yang merugikan bagi tanaman milik perkebunan. Karenanya Rastiko mengaku mendapatkan ijin mengambil sejumlah tanaman gulma tersebut, sejauh tidak merusak tanaman inti.
"Tanaman seperti lo, serut, pule dan sejumlah tanaman lainnya, kalau di area perkebunan, tanaman ini merupakan gulma yang merugikan. Sedangkan bagi kami, kadang-kadang bisa menjadi potensi bonsai yang cukup bagus," kata Rastiko.
Sebagai pemburu yang sekaligus penggemar bonsai, Rastiko mengaku tidak terlalu lama merawat bonsai buruannya. Jika dalam masa perawatan ada pembeli yang berminat, maka Rastiko memilih melepasnya kepada pembeli.
Baca Juga : Bupati Malang Sanusi Minta Pembatik Eksplorasi Relief Candi Kabupaten Malang
"Biasanya ada yang saya rawat beberapa bulan sudah ada peminatnya, ya saya lepas jika harganya cocok. Kalau menunggu sampai benar-benar jadi, bisa 4 sampai lima tahun baru bisa jadi bonsai yang bagus dan berkelas," jelas Rastiko kemudian.
Kini Rastiko memiliki lebih dari 60 bakalan, sebagian sudah melalui proses pembentukan, namun sebagian lagi masih dalam bentuk bakalan yang baru dipindah dari lokasi diperolehnya bakalan tersebut.