Pertandingan Liga 1 sebelum Covid-19 masuk Indonesia (Hendra Saputra)
Pertandingan Liga 1 sebelum Covid-19 masuk Indonesia (Hendra Saputra)

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri menyebut kompetisi sepak bola di Indonesia harus dijalankan untuk menggerakkan roda ekonomi yang sempat macet sejak tiga bulan lalu. Apalagi pemerintah menyarankan untuk tetap berdampingan dengan Covid-19 dan produktif.

Setelah pemerintah memberlakukan new normal dimana diperbolehkan untuk tempat usaha kembali dibuka, PSSI juga sudah merancang untuk kembali meneruskan kompetisi sepak bola baik Liga 1 maupun Liga 2 pada September atau Oktober 2020.

Baca Juga : Patut Dicontoh Klub, Shin Tae-yong Perintah Pemain Foto Menu Makanan

"Kompetisi akan menggerakkan roda ekonomi seperti pemasukan untuk hotel, katering, transportasi dan lain-lain. Apalagi pemerintah menyarankan kita tetap berdampingan dengan Covid-19 dan produktif," kata Indra Sjafri seperti dikutip dalam website resmi PSSI.

Selain menggeliatkan roda ekonomi, Indra Sjafri juga menyebut bahwa sepak bola bisa menjadi alat kampanye agar dunia bisa melihat bagaimana Indonesia mulai pulih meski Covid-19 masih mendampingi.

"Kami rasa perlu kampanye lewat sepak bola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi new normal dengan menjalankan protokol kesehatan. Lewat kompetisi sepak bola adalah kampanye yang baik buat dunia luar melihat kita," kata Indra Sjafri.

Sementara itu jika kompetisi sepak bola tidak dilanjutkan, Indra Sjafri ingat dimana Indonesia memiliki pengalaman disanksi FIFA sehingga tidak ada kompetisi saat itu, dan akibatnya kurang baik terhadap prestasi sepak bola nasional.

"Kompetisi yang dilakukan sekarang adalah buat kepentingan timnas ke depan. Supaya pemain selalu berkompetisi dan dengan sendirinya pemain tetap terasah kualitasnya," jelasnya.

Baca Juga : Dua Pemain Satu Staf Pelatih Arema FC Reaktif saat Rapid Test, Ini Kata Manajemen

Yang terpenting, tahun 2021 mendatang Indonesia akan menjadi tuan rumah pada ajang bergengsi Piala Dunia U-20. Tentunya dibutuhkan waktu untuk persiapan baik dari skuat Timnas Indonesia maupun sektor penyelenggaraan.