Agus Setiawan, SE dalam wawancara dengan Semeru FM pagi ini (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Agus Setiawan, SE dalam wawancara dengan Semeru FM pagi ini (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Pengusaha dan pengamat ekonomi dari Lumajag, Agus Setiawan, SE memandang perlunya kluster ekonomi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), yang berbasis potensi produk lokal.

Untuk mewujudkan kluster ekonomi baru ini Pemkab Lumajang bisa mengundang para pelaku usaha di Lumajang untuk berbagai informasi tentang peluang usaha yang bisa digerakkan oleh pelaku UKM di Lumajang.

Baca Juga : Kunjungi Pan Java, Bupati Sanusi Harap Ekonomi Masyarakat Kembali Normal

Dalam sebuah wawancara dengan Semeru FM Lumajang, pada hari ini, Sabtu (6/6), Agus Setiawan mengatakan, kalaupun selama ini ada pertemuan antara pengusaha dan Pemkab, namun belum menjadi sebuah forum yang formal dan menghasilkan langkah yang strategis untuk pengembangan potensi ekonomi lokal.

"Forum ini bisa dibuat. Agar banyak kalangan usaha yang bisa memberikan sumbangan pemikiran kepada Pemkab, untuk lahirnya kluster-kluster ekonomi baru, yang betul-betul lahir dari potensi Lumajang," kata Agus Setiawan.

Kalau perlu, menurut Agus Setiawan, Pemkab Lumajang perlu menunjuk orang atau lembaga yang tugasnya secara khusus melakukan pemasaran produk-produk Lumajang diluar kota, agar Lumajang memiiki etalase potensi ekonomi yang dikenal masyarakat luas.

"Di Jepang itu ada sebuah lembaga yang secara khusus bertugas mempromosikan produk daerah. Kalau pembeli mau datang, tidak langsung datang kepada produsennya, namun bertemu dulu dengan lembaga promosi ini dulu. Dan itu berhasil," kata Agus Setiawan kemudian.

Merespon salah seorang pendengar Semeru FM yang memandang perlu sinergi dengan sektor permodalan, perijinan dan sektor usaha, Agus Setiawan menyebut hal itu sebagai langkah tepat, bahkan pada sektor modal ini perlu kebijakan dari pemerintah, yang mendukung tumbuhnya kluster ekonomi baru.

Baca Juga : BI Malang Dorong UMKM Kembangkan Bisnis Lewat Platform Digital

Agus Setiawan juga memandang pentingnya pembinaan usaha yang berkesinambungan, dari produksi sampai ke pemasaran, agar usaha itu bisa benar-benar hidup.

"Kegiatan pelatihan bagi UKM sebaiknya tidak hanya bersifat kegiatan ceremonial, yang kemudian tanpa follow up yang memadai. Pernah ada pelatihan pembuatan gula kelapa, tapi kemudian berhenti pada pelatihan itu saja. Harusnya dibina juga permodalanya, didampingi pemasarannya, hingga mereka kuat bersaing dipasaran," kata Agus Setiawan kemudian.

Agus Setiawan, merupakan pengusaha muda Lumajang, hadir setiap Sabtu dalam acara dialog interaktiv di Semeru FM.