Penyerahan bantuan alat produksi olahan aloevera oleh perwakilan Pertamina Malang kepada Kelurahan Ciptomulyo. (Foto: istimewa).
Penyerahan bantuan alat produksi olahan aloevera oleh perwakilan Pertamina Malang kepada Kelurahan Ciptomulyo. (Foto: istimewa).

Menjadi kota yang banyak dijadikan tujuan wisatawan, Kota Malang semakin memperkuat konsep Kampung Tematik.

Terbaru, destinasi Kampung Tematik yang diberi nama Kampung Aloevera di Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Kampung ini menyusul deretan destinasi kampung bertema unik lain yang sebelumnya telah eksis di kota berjuluk pendidikan ini. Seperti, Kampung Warna Warni Jodipan, Kampung Budaya Polowijen, Kampung Tridi, Kampung Biru Arema, Kampung Gribig Religi, Kampung Putih, Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Kramat, dan Kampung Rolakku Indah.

Kemudian ada juga Kampung Heritage Kayutangan, Kampung Tempe Sanan, Kampung Gerabah Penanggungan, Kawasan Wisata Tradisi Polowijen.

Nah, berbeda dengan kampung yang ada sebelumnya Kampung Aloevera ini hadir di masa pandemi Covid-19 mengusung potensi di Kelurahan Ciptomulyo, yakni lidah buaya atau aloevera.

Di dalamnya, akan banyak menyuguhkan produk-produk olahan makanan ataupun minuman khas berbahan dasar lidah buaya.

Program Kampung Tematik ini di inisiasi oleh Pertamina Fuel Terminal Malang melalui Program CSR (Coorporate Social Responsibility) yang bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai pendamping program dan ditujukan kepada pihak atau kelompok masyarakat di Kelurahan Ciptomulyo.

Untuk menyongsong segala aktivitas produksi di wilayah tersebut, Pertamina Fuel Terminal Malang memberikan bantuan alat produksi.

Alat ini berupa mesin oven dan juga peralatan pendukung peningkatan produksi usaha makanan dan minuman khas aloevera. 

Fuel Terminal Manager Pertamina Malang, Ahmad Zaeni mengatakan bantuan peralatan produksi makanan dan minuman aloevera ini diharapkan mampu menunjang warga di wilayah tersebut dalam memproduksi makanan dan minuman secara optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.



"Harapannya dengan bantuan peralatan produksi ini dapat digunakan sebagai trigger yang mendorong tumbuhnya kelompok masyarakat produktif dan mampu mandiri menghadapi situasi tak menentu selama dan pasca Covid-19," terangnya.

Pemberian bantuan alat produksi yang dilaksanakan kemarin (Kamis, 4/6/2020) juga berlangsung pelatihan produksi, rebranding produk, dan pemasaran online kepada warga di wilayah tersebut.

Sementara itu, Lurah Ciptomulyo Hari Dwi Yunianto mengatakan adanya bantuan tersebut mampu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Kelurahan Ciptomulyo. Di masa pandemi Covid-19, warga yang menjalankan produksi juga dilengkapi dengan peralatan protokol kesehatan.

Seperti, penggunaan masker, face shield, hingga sarung tangan. Hal itu sebagai bentuk agar semua produk baik makanan dan minuman yang dihasilkan aman serta higienis.

"Harapannya ekonomi masyarakat di Kelurahan Ciptomulyo semakin membaik dengan bantuan alat produksi ini," ungkapnya.

Sebagai informasi, Pertamina Fuel Terminal Malang sebelumnya juga aktif melakukan program CSR baik dalam bentuk pemberdayaan maupun bantuan sosial (bansos) di kota Malang dengan berbagai skema.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga menyiapkan program lain yaitu pelatihan urban farming di lahan sempit untuk tanaman aloevera dan tanaman obat.

Kemudian, berlenjut dengan program lomba antar RW untul Pengolahan Taman Sentra dengan tema Aloevera untuk menciptakan ikon Kelurahan Ciptomulyo sebagai Kampung Aloevera. 

Tak hanya itu, dalam rangka mendukung program Kampung Tangguh di Kota Malang, Pertamina Bersama UMM juga melakukan Pelatihan Relawan Gugus Tugas Covid-19 yang ditujukan kepada masyarakat dan pemuda.