free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

International Webinar Bersama KBRI, Unisba Bedah Potensi Investasi di Ethiopia dan Afrika

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

05 - Jun - 2020, 00:53

Loading Placeholder
International Webinar sukses digelar Unisba Blitar bekerjasama dengan KBRI Addis Ababa

Kegiatan intelektual yang berkualitas tetap berjalan di Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar di masa pandemi virus corona (Covid-19). Webinar berskala internasional digelar Unisba bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Addis Ababa, Kamis (4/6/2020).

International Webinar dengan tema ‘Peluang dan Tantangan Bisnis di Ethiopia, Djibouti dan Uni Africa’ menghadirkan beberapa narasumber. Diantaranya Al Busyra Basnur selaku Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Africa, Rektor Unisba Blitar Soebiantoro dan Wakil Rektor Unisba bidang Kerjasama, Kewirausahaan dan Pengembangan Nilai-Nilai Islam Dr Supriyono.

Baca Juga : UIN Malang Jadi Pelopor Rumuskan New Normal Life

Peserta mengikuti agenda ini secara online melalui aplikasi Zoom. Dan dapat diikuti secara live streaming melalui channel YouTube Balitar University Entrepreneurship TV.

Dalam paparannya, Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Africa, Al Busyra Basnur menyampaikan, Ethiopia memiliki potensi dan peluang bisnis yang sangat besar bagi Indonesia, baik perdagangan maupun investasi. Tidak memiliki laut, Ethiopia kini berkembang maju sektor bisnisnya diantaranya kopi, pertambangan, pertanian dan energi. Negeri Ethiopia juga kaya akan objek wisata.

Dewasa ini Ethiopia menjadi negara mitra yang baik bagi Indonesia. Hubungan bilateral kedua negara terjalin di bidang kenegaraan dan perdagangan.

“Ehiopia sangat penting bagi Indonesia karena apa?, yang pertama jumlah penduduknya sangat besar, 112 juta jiwa jumlahnya. Ini menempatkan Ethiopia negara dengan penduduk kedua terbesar di Afrika. Jumlah penduduk sedemikian besar ini sangat potensial untuk memasarkan produk-produk Indonesia. Dan Ethiopia, merupakan mitra yang baik bagi Indonesia baik secara bilateral maupun multilateral,” papar Busyra.

Lebih dalam Dubes Al Busyra, sudah banyak pengusaha Indonesia yang melakukan invesstasi di Ethiopia. Para pengusaha lain juga mempelajari pasar dan menyatakan minatnya untuk melakukan hubungan dagang dan kerja sama investasi di Ethiopia.

“Perusahaan Indonesia tersebut memahami dengan baik bahwa potensi pasar Ethiopia sangat besar. Ethiopia juga menjadi pintu gerbang produk-produk Indonesia untuk pasar Afrika, terutama Afrika bagian timur. Salah satu perusahaan asal Indonesia yang sudah punya pabrik disini dianaranya Indomie dan sabun B29, sambutanya disini sangat luar biasa,” paparnya.

Ethiopia adalah negara Afrika dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Menurut International Monetary Fund (IMF) pertumbuhan ekonomi Ethiopia tahun 2018 tercepat di Sub-Sahara Afrika.

“Kami mendorong pengusaha Indonesia yang ingin berinvestasi di Ethiopia agar memiliki semangat industrialis jangka panjang. Afrika, khususnya Ethiopia, memerlukan banyak investasi besar dari negara-negara ekonomi maju, termasuk dari Indonesia,” imbuh Busyro.

Sementara Dibouti, merupakan negara kecil yang memiliki peran penting bagi Ethiopia. Djibouti memiliki fasilitas pelabuhan yang baik dimana barang-barang yang dikirim ke Ethiopia diangkut dari pelabuhan itu. Beberapa produk Indonesia juga telah merambah pasar Djibouti diantaranya mi instan, sabun, spare part kendaraan bermotor hingga sarung.

Baca Juga : Tonton Tutorial dan Persiapkan Dokumen Ini Sebelum Mendaftar PPDB Jalur Zonasi Kota Malang

Sedangkan African Union (Uni Afrika), organisasi ini memiliki markas besar di Addis Ababa kota terbesar di Ethiopia. Organisasi ini memiliki Integrasi Ekonomi sosial dari benua Afrika. Khususnya di kerjasama untuk pembangunan, menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah negara anggota dan untuk mempromosikan kerjasama internasional dalam kerangka Perjanjian Perdagangan Bebas (PPB).

“Kita memiliki tugas membangun kepercayaan pebisnis Indonesia mengenai peluang ekonomi di Afrika. Kita juga bangun kepercayaan dan solidaritas untuk mendukung kerjasama RI-Ethiopia,” paparnya.

Sementara itu Wakil Rektor III Unisba Blitar, Dr Supriyono, menyampaikan kegiatan Webinar Internasional ini merupakan program kerja dari Bidang Kerjasama, Kewirausahaan dan Pengembangan Nilai-nilai Islam Unisba Blitar.

Agenda ini dilaksanakan dalam rangka merajut hubungan kerjasama Pentahelix untuk mencapai visi dan misi Unisba Blitar sebagai Entrepreneurial University. Yakni kampung yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam rangka menghasilkan lulusan yang mampu menjadi profesional muda dan entrepreneur.

"Kita berharap lulusan kita dapat memberikan kontribusi kepada bangsa dan Negara. Unisba mendorong lulusan menjadi entrepreneur dan tenaga profesional,” ungkap Supriyono.

Lebih lanjut Supriyono berharap Webinar yang digelar ini dapat pula mendorong semangat cinta tanah air, mencerdaskan kehidupan bangsa dan berkarya secara konstruktif.

“Kerjasama dengan KBRI Addis Ababa akan kami lanjutkan kedepanya. Kerjasama baik dalam sektor pendidikan maupun kewirausahaan,” tandasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---