Pesepakbola Amerika Latin yang bermain di klub top Eropa (istimewa)
Pesepakbola Amerika Latin yang bermain di klub top Eropa (istimewa)

Rivalitas antara negara di Amerika Latin nampaknya akan tetap terjaga, hal itu karena di kompetisi negara top Eropa selalu dipenuhi oleh pemain yang membela klub ternama.

Dalam sejarah sepak bola, setiap benua pasti memiliki rivalitas antar negara. Hal itu karena mereka ingin menunjukkan bagaimana kualitas negara tersebut berkembang setiap tahunnya dalam hal sepak bola.

Baca Juga : Gegara Covid-19, Roger Federer Jadi Atlet Terkaya, Kalahkan Ronaldo dan Messi

Namun beberapa perkara juga muncul kala rivalitas antarnegara itu sedang berlangsung. Tak jarang, mereka melakukan intrik untuk membuat sebuah kemenangan di dalam lapangan.

Polemik di sepak bola juga sempat mewarnai Copa Amerika 2019, terutama di babak semifinal yang mempertemukan antara Argentina melawan tuan rumah Brazil.

Argentina saat itu hanya berstatus tim underdog dianggap lebih layak untuk lolos ke babak final ketimbang tim Samba.

Sentimen itu muncul setelah Argentina banyak dirugikan oleh wasit, bahkan mereka seharusnya mendapatkan dua hadiah penalti saat melawan Brazil.

"Tentu Argentina memiliki alasan untuk mengajukan komplain, ada dua penalti yang seharusnya mereka dapatkan, tapi VAR tak ikut campur tangan," kata legenda Brazil, Rivaldo dilansir Betfair.

Dua pelanggaran tersebut dilakukan oleh Dani Alves dan Arthur Melo, tepat di dalam kotak penalti. Sayangnya wasit mengabaikan VAR dan tetap melanjutkan jalannya pertandingan.

Dilansir dari Globo Esporte, kehadiran presiden Brazil Jair Bolsonaro menjadi salah satu penyebab buruknya kepemimpinan Ruddy Zamrano pada laga tersebut.

Penyebabnya adalah frekuensi alat pengawal presiden yang menganggu frekuensi alat komunikasi wasit dengan petugas, sehingga mengabaikan panggilan VAR untuk meninjau kemungkinan penalti.

Baca Juga : New Normal, Tantangan Baru Bisnis di Dunia Olahraga

Sementara itu insiden tersebut membuat federasi sepak bola Argentina AFA secara resmi mengirim protes.

Bergeser kepada Meksiko, tepatnya menjelang Gold Cup Concacaf 2011, yang mana timnas Meksiko pernah menghebohkan dunia setelah lima pemain menggunakan clenbuterol, zat kimia yang biasa digunakan binaragawan untuk membakar lemak.

Akan tetapi dilansir dari 90min, kelima pemain tersebut mengaku tidak sengaja mengonsumsinya, dan menduga zat kimia itu berada dalam tubuh mereka setelah memakan daging yang telah terkontaminasi clenbuterol.

Namun kejadian juga terulang kembali seperti disengaja, 4 pemain Meksiko, kedapatan menggunakan clenbuterol di Piala Dunia U-17 2011.