Arema FC saat menggelar pertandingan di Stadion Kanjuruhan (Hendra Saputra)
Arema FC saat menggelar pertandingan di Stadion Kanjuruhan (Hendra Saputra)

Menjelang peralihan dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi istilah 'New Normal' atau siap berdampingan dengan Covid-19 menjadikan tantangan tersendiri bagi pengelola bisnis sepak bola karena ada usulan bahwa kompetisi Liga 1 2020 akan kembali digelar.

Di Eropa, beberapa kompetisi sepak bola sudah mulai kembali digelar dengan tanpa penonton. Hal tersebut sangat bisa dilihat dari sisi pendapatan akan jauh menurun karena tidak ada suporter yang menonton secara langsung.

Baca Juga : Awalnya Tak Setuju Kompetisi Dilanjutkan, Arema FC Luluh

Di Indonesia sendiri, usulan untuk digulirkannya kembali kompetisi Liga 1 2020 nampaknya akan sama seperti kompetisi sepak bola di Eropa yakni tanpa penonton.

Hal itu membuat tantangan tersendiri di sektor bisnis sepak bola, dimana harus bisa meraup keuntungan dari segi apapun untuk menghidupi karyawan di dalam klub. Yang paling bisa diandalkan adalah penjualan marchandise klub dengan cara kreatif ditengah kondisi sulit yang saat ini sedang dialami oleh semua orang.

Sebelumnya, Arema FC telah menyatakan sikap bahwa setuju dengan kompetisi Liga 1 2020 yang dilanjutkan. Namun hal tersebut harus dibarengi dengan negoisasi ulang kontrak pemain dan juga meminta agar subsidi untuk klub meningkat.

Alasan lain Arema FC menyetujui lanjutan Liga 1 2020 karena untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terutama yang terlibat jika pertandingan kembali digelar.

Baca Juga : Isi Lebaran Tanpa Mudik dengan Main Catur, Punya Banyak Manfaat Bagi Otak

"Arema FC setuju dilanjutkan, meskipun semula kita minta dihentikan. Kita setuju karena pemerintah menjamin lewat kebijakan New Normal, juga kita untuk melindungi banyak UMKM atau stake holder yang bergantung pada keberlangsungan sepakbola," ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.