Presiden BEM Unisba Blitar, Rino Wahyu Ns.(Foto: Team BlitarTIMES)
Presiden BEM Unisba Blitar, Rino Wahyu Ns.(Foto: Team BlitarTIMES)

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar Rino Wahyu Ns mengucapkan selamat Hari Lahir Pancasila Ke-75 kepada seluruh masyarakat Indonesia yang diperingati pada 1 Juni 2020, hari ini. 

Momen lahirnya Pancasila yang pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidatonya di hadapan Sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945. 

Baca Juga : Pemprov Jatim: Masuk Sekolah Mulai 2 Juni Pembelajaran Masih Dilakukan di Rumah Saja

Momentum Hari Lahir Pancasila diharapkan bisa membangkitkan kembali semangat gotong royong di saat pandemi Covid-19.

Dirinya optimis, semangat gotong royong seluruh rakyat Indonesia akan mampu menghentikan rantai penularan Covid-19. 

Gotong royong di masa pandemi diwujudkan dengan mengikuti anjuran dan imbauan serta mendukung program-program pemerintah

“Di momen Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020, mari kita dukung program dari pemerintah, membantu para tim medis, para relawan dan tim satgas penanggulangan Covid-19 sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bisa saling bergotong-royong, bahu membahu, kerja sama dan tidak saling menyalahkan untuk kepentingan pribadi. Besar harapan dengan dasar Gotong Royong, mampu menghentikan rantai penularan Covid-19 di Indonesia dan bisa kembali normal seperti sebelumnya,” ungkap Rino Wahyu kepada BlitarTIMES, Minggu (31/5/2020).

Lebih dalam Rino mengajak seluruh masyarakat khususnya generasi muda untuk tidak melupakan sejarah. 

Baca Juga : Kuota Khusus 3.817 Kursi PPDB SMA-SMK Negeri untuk Anak Tenaga Kesehatan Tangani Covid-19

Dia juga mengajak untuk melestarikan gotong royong sebagai wujud mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan.

“Merujuk kondisi saat ini, poin penting yang dapat diambil dari sejarah lahirnya Pancasila yaitu bagaimana kesejahteraan dan keadilan sosial terwujud bila masih banyak yang mengadu domba antar golongan, permusuhan antar agama, suku, diskriminasi kelompok, kerusuhan politik dan lain sebagainya. Perlu nilai gotong royong kita pertegas kembali sebagai dasar karena kejadian semacam itu bisa memecah belah bangsa Indonesia,” pungkasnya.