Puskesmas Simo (Joko Pramono/ JatimTIMES)
Puskesmas Simo (Joko Pramono/ JatimTIMES)

Pasca ditutup sementara sejak 4 Mei lalu lantaran 2 petugasnya positif Covid-19, Puskesmas Simo kembali beroperasi pada Selasa (19/6/20).

Pengoperasian kembali puskesmas ini lantaran petugas medis yang positif sudah dinyatakan sembuh.

Baca Juga : Pasien Covid-19 Tulungagung Bertambah 14, Total Ada 47 Didominasi Karyawan Pabrik Rokok

Selain itu sejumlah protokol kesehatan telah dilakukan untuk membunuh virus Covid- 19, seperti penyemprotan disinfektan di Puskesmas Simo.

"Protokol kesehatan sudah dilakukan, termasuk menyemprot disinfektan di Puskesmas Simo," ujar Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro, Selasa (18/5/20) malam.

Selain itu juga telah dilakukan isolasi terhadap petugas dan Puskesmas Simo.

Sebelumnya Pemkab Tulungagung menutup sementara aktivitas di Puskesmas Simo setelah 4 petugasnya reaktif rapid tes, 2 diantaranya sudah dinyatakan positif Covid-19.

Galih mengatakan penutupan ini dilakukan untuk keperluan pelacakan kontak pasien.

"Diperlukan tracing terhadap tenaga medis di sana," terang Galih.

Galih menguraikan, Puskesmas Simo sempat ditutup lalu kembali dibuka.

Penutupan pertama dilakukan karena ada seorang dokter yang bertugas di sana dinyatakan positif Covid-19.

Dokter tersebut terpapar setelah mengikuti pelatihan tim kesehatan haji Indonesia di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya beberapa waktu lalu.

"Saat itu dilakukan penutupan selama satu minggu," ungkap Galih.

Baca Juga : Boleh Bekerja di Kantor, Ini Kalangan yang Dikecualikan Selama PSBB Malang Raya

Puskesmas sempat dibuka, tetapi ditutup kembali setelah ada 1 lagi nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan 2 tenaga medisnya yang reaktif rapid tes.

"Pada penutupan kali ini karena ditemukan satu pasien positif dan dua reaktif saat dilakukan rapid test," tambahnya.

Menurut Galih, ketiganya diduga tertular oleh dokter yang bertugas di Puskesmas Simo yang sudah dinyatakan positif sebelumnya.

Temuan ini menjadi bahan evaluasi, sehingga diputuskan untuk ditutup selama proses pelacakan kontak.

"Kami selesaikan dulu pelacakan seluruh tenaga medis, baru akan dibuka lagi. Kami perkirakan butuh waktu satu minggu," sambung Galih.

Saat penutupan Puskesmas Simo, masyarakat masih tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan.

Namun, pelayanan dialihkan ke puskesmas-puskesmas terdekat di Kecamatan Kedungwaru dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di sekitarnya.