Berbagai Macam Tim Disiapkan Polres Malang untuk Pengamanan PSBB Malang Raya | Jatim TIMES

Berbagai Macam Tim Disiapkan Polres Malang untuk Pengamanan PSBB Malang Raya

May 14, 2020 21:14
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media seusai agenda pemaparan TFG (Tactical Floor Game) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (14/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media seusai agenda pemaparan TFG (Tactical Floor Game) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (14/5/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

Penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Malang Raya tinggal menunggu hitungan hari pada hari Minggu (17/5/2020) sebagai hari aktif dimulainya PSBB di seluruh wilayah Malang Raya. 

Dalam upaya pengamanan saat penerapan PSBB di Malang Raya yang di dalamnya termasuk Kabupaten Malang, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar beberapa hari lalu mengatakan akan menerjunkan aparat gabungan sebanyak 1.500 orang. 

Tetapi hal itu diralat dan telah dipastikan Polres Malang akan menerjunkan personel yang tergabung dalam 1.275 personel gabungan dari beberapa instansi. Dari kekuatan gabungan personel yang akan ditempatkan di beberapa check point, hal itu menjadi titik penyekatan awal masyarakat yang akan masuk ke wilayah Malang Raya dengan melalui wilayah Kabupaten Malang terlebih dahulu.

"Total semua 1.275 personel. Ada dari Polri, TNI, Denpom, Dishub, Dinkes BPBD, PMI, Senkom semua kita libatkan untuk meng-cover 10 check point. Ditambah 8 (delapan) posko mudik di terminal, stasiun, bandara dan ditambah pos pelayanan di Kepanjen dan exit tol Karanglo," ucap Hendri saat ditemui awak media di sela-sela kegiatan pemaparan TFG (Tactical Floor Game) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (14/5/2020).

Selain penerjunan personel yang ditempatkan di beberapa check point, Polres Malang juga membentuk beberapa tim khusus yang turut serta dalam upaya penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Malang. Tim tersebut berjumlah 6 (enam) tim yakni, tim penyuluhan, tim strong point, tim penyemprotan, tim covid hunter, tim jaring pengaman sosial dan tim cipta kondisi. 

Hendri mengatakan, bahwa nantinya untuk tim penyuluhan dari Polres Malang akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat dalam tahapan sosialisasi bahayanya Covid-19 serta pencegahan terhadap virus tersebut agar tidak terus menyebar.

"Kita ada tim penyuluhan jadi setiap hari mereka akan terus melakukan penyuluhan pada masyarakat terkait bahaya Covid dan untuk pencegahannya," katanya. 

Selain itu juga ada tim penyemprotan yang nantinya setiap hari melakukan penyemprotan dengan intensitas lebih saat penyemprotan dilakukan di wilayah zona-zona merah di Kabupaten Malang dengan menggunakan mobil, sepeda motor, maupun petugas langsung yang akan door to door ke rumah masyarakat.

Hendri melanjutkan, bahwa bakal ada tim strong point yang yang nantinya akan selalu mobile di seluruh wilayah zona merah di Kabupaten Malang.

"Tim strong point ini sifatnya mobile, kita ada 6 (enam) tim strong point yang khusus untuk menghandle wilayah zona merah. Jadi Singosari, Lawang, Karangploso, Dau, Pakis dan satu lagi akan mobile di Kepanjen dan Pakisaji dengan tujuan untuk melakukan penindakan aturan saat PSBB diterapkan," sebut Hendri.

Untuk tim jaring pengaman sosial ini nantinya akan bertugas untuk menyalurkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat Kabupaten Malang yang terdampak Covid-19. Serta untuk tim cipta kondisi yang sudah berjalan sebelum akan adanya penerapan PSBB yang bertugas untuk menyisir kerumunan massa atau masyarakat yang masih berada diluar rumah dan berkumpul.

Untuk tim covid hunter yang beberapa minggu lalu telah di resmikan oleh Kapolres Malang nantinya saat PSBB akan bertugas untuk membantu peran tenaga medis yang melakukan evakuasi terhadap pasien Covid-19.

"Kita punya tim covid hunter yang akan membantu petugas dinas kesehatan mengamankan warga positif ke rusunawa. Kita arahkan, kita berikan pengertian dan kita bawa mereka ke rusunawa dengan mengikuti protokol kesehatan," tandas Hendri.

Terkait im covid hunter sendiri, Hendri menuturkan bahwa tim ini sudah terlatih dengan menjalankan SOP (Standard Operational Procedure) yang telah ditetapkan untuk tahap penanganan pasien Covid-19.

"Misalnya kalau ada yang ngotot, mohon maaf misalnya orang melihat polisi kan segan jadinya. Semua personil pakai APD lengkap, face shield, sarung tangan, pokoknya sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan," pungkasnya.

Topik
Malang Berita Malang Berita Hari Ini PSBB Malang Raya Pengamanan PSBB Malang Raya Polres Malang Kapolres Malang AKBP Hendri Umar

Berita Lainnya