free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Agama

Benarkah Al-Qur'an itu Indah? Begini Penjelasan Ahli Bahasa dan Sastra

Penulis : Imarotul Izzah - Editor : Yunan Helmy

14 - May - 2020, 23:45

Loading Placeholder
Diskusi tematik "Al-Qur'an, Seni, dan Sastra" dalam acara Syiar Ramadan 1441 H UIN Malang. (Foto: istimewa)

Banyak orang berkata bahwa Al-Qur'an itu indah. Sebab, Al-Qur'an merupakan sebuah pengejewantahan sifat-sifat Allah. 

Seperti yang diketahui, 99 sifat Allah terbagi atas tiga sifat besar. Yaitu jamaliyah (keindahan), kamaliyah (kesempurnaan), dan jalaliyah (kebesaran).

"Saya melihat fenomena-fenomena bahasa yang diungkap  Allah di dalam Al-Qur'an sangat terpampang jelas jamal-nya Allah (keindahan). Apa yang disampaikan oleh Allah kepada Baginda Rasulullah merupakan rangkuman dari kitab-kitab terdahulu," ucap dosen Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Dr Sutaman MA.

Keindahan Allah dalam konteks keindahan kata itu terlihat dalam Al-Qur'an. Maka tak heran jika Al-Qur'an tidak pernah bosan untuk didengarkan.

"Bahkan lebih dari itu, apabila kita mencoba melihat jamalnya Allah dalam kata-katanya itu, maka orang tidak akan pernah berpaling sedetik pun untuk mendengarkan dan membaca Al-Qur'an," timpal Sutarman.

Sedikit berbeda dengan Sutaman, Dr Halimi MPd yang juga dosen Fakultas Humaniora UIN Malang beranggapan bahwa indah itu relatif. "Kadang kita memaknai indah itu sesuatu yang membuat kita terpesona. Misalkan bunga, ada yang menganggap indah, ada yang menganggap tidak. Ada orang misuh (mengumpat) bisa jadi bagi seseorang ini indah. Tapi bagi seseorang yang mungkin tidak paham, maka dia akan bilang jorok," paparnya.

"Maka ini kemudian keindahan itu di mana?" sambung dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Malang tersebut.

Halimi melanjutkan, dalam Al-Qur'an juga terdapat kata jahanam. Apakah jahanam itu tidak indah? Padahal katanya semua yang terkandung dalam Al-Qur'an itu indah.

"Maka sastra dalam Al-Qur'an itu berbicara apa pun yang membuat emosi. Itu sebenarnya," tandasnya.

Sutaman dan Halimi menjadi narasumber dalam diskusi tematik "Al-Qur'an, Seni, dan Sastra" pada acara Syiar Ramadan 1441 H UIN Malang. Selain mereka, terdapat dua dosen lain dari Fakultas Humaniora yang menjadi pembicara, yakni Dr Faisol MAg dan Dr Wildana Wargadinata Lc MAg.

Acara yang disiarkan setiap hari ini digelar di hall rektorat UIN Malang. Jumlah peserta yang datang terbatas dan tetap memperhatikan physical distancing. Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg bertindak langsung sebagai host.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Imarotul Izzah

Editor

Yunan Helmy

Agama

Artikel terkait di Agama

--- Iklan Sponsor ---