Ilustrasi halalbihalal. (Foto: liputan6.com)
Ilustrasi halalbihalal. (Foto: liputan6.com)

Tidakkah kita semua senang berkumpul bersama orang-orang terkasih di saat hari Idul Fitri? Tradisi yang selalu dilakukan oleh masyarakat muslim Indonesia setiap hari raya ini dikenal sebagai halalbihalal. Halalbihalal kita isi dengan kegiatan bermaaf-maafan, silaturahmi ke rumah saudara-saudara atau tetangga, makan-makan, reuni, saling tukar angpao, dan lain-lain.

Nah, ternyata, tradisi ini hanya diselenggarakan di Nusantara saja. Yakni di Indonesia, Malaysia, hingga Brunei Darussalam. Kendati namanya yang berbahasa Arab, tradisi halalbihalal tidak dilakukan oleh orang-orang Arab.

Baca Juga : Jelang PSBB Malang Raya, Polda Jatim Mulai Optimalkan Anggota dan Perketat Cek Point

 

Hal ini sempat disampaikan oleh KH Ahmad Mustofa Bisri. Kiai yang akrab disapa Gus Mus itu menegaskan bahwa halal bihalal merupakan produk asli nusantara.

"Halalbihalal itu Indonesia, Nusantara. Di Arab itu tidak ada," ucapnya saat berkunjung ke Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang, pesantren asuhan KH Marzuqi Mustamar, dikutip dari web NU.

Ditelurusi media ini, istilah halalbihalal memang tidak ada dalam bahasa Arab walaupun kata itu diambil dari bahasa Arab. Halalbihalal merupakan kreasi orang Indonesia. Kata ini dipakai sebagai pengganti istilah silaturahmi saat lebaran.

Halalbihalal yang sudah menjadi tradisi masyarakat muslim Indonesia yang dilakoni saat idul Fitri ini juga diisi dengan kegiatan positif seperti bermaaf-maafan, silaturahmi, reuni, atau makan-makan. 

Gus Mus lalu menceritakan suasana Idul Fitri di Mesir. Menurutnya, suasana Idul Fitri di sana sangatlah berbeda dengan yang ada di Indonesia.

"Di Mesir itu saat Idul Fitri, setelah selesai melaksanakan Salat Id, satu keluarga membawa tikar dan bekal, kemudian terus piknik ke kebun binatang, melihat monyet. Habis itu pulang lagi ke rumah," kisahnya.

"Di Indonesia, masyarakat saling berkunjung, saling meminta maaf. Ini Nusantara asli," imbuhnya.

Baca Juga : Salurkan 6.052 Zakat Maal dan Bansos, Bupati Blitar Apresiasi Pengusaha Beky Hendriansyah

 

Kiai yang merupakan sahabat karib almarhum Gus Dur ini menambahkan, kegiatan halalbihalal diadakan agar dosa yang dimiliki oleh orang-orang bisa diampuni semua. Sebab dosa antarsesama manusia hanya bisa hilang jika saling memaafkan.

"Karena puasa Ramadan dosa kita dimaafkan. Kemudian saling meminta maaf antar kita, hamba-hamba Gusti Allah Taala. Jadi dua jenis dosa hilang semua," tukasnya.

Allah sudah memerintahkan kita untuk menjadi pemaaf dalam Quran Surat Al-A’raf Ayat 199.