Profesi seorang dokter tidak lantas menjadikan wanita ini apatis maupun membatasi diri dengan lingkungan masyarakat kecil di sekitarnya. Namun sebaliknya ia tetap getol meluangkan waktunya untuk mengajak warga sekitar lebih kreatif dan berkembang menjadi pengusaha dan bisa mandiri.
Wanita itu ialah dr. Liliana Setiawan. Sudah 5 tahun terakhir dia menekuni kerajinan craft beraneka ragam mulai dari gantungan kunci, tempat tissue, stik mengaji, bingkisan parcel lebaran dan masih banyak kerajinan craft lainnya.
Kehidupan usaha dokter ini lahir dari Media Sosial (medsos), dan besar berkat pembinaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Madiun. Berkat internet, media sosial, dan pembinaan dari Kadin kota Madiun pengusaha ini sukses kembangkan bisnisnya.
Lili sadar betul pengguna Internet di Indonesia kian hari kian bertambah. Data 2018, jumlah pengguna Internet di Indonesia sebanyak 171 juta pengguna. Kini, angkanya tentu semakin besar.
Oleh karena itu, pemilik gerai handmade" Toko Sumber Bahagia" di Jl. Kemiri No. 9 A Kota Madiun, Jawa Timur tersebut semakin yakin memanfaatkan internet untuk mengembangkan dan mempromosikan usahanya.
Saat ditemui di gerainya wanita yang akrab disapa Lili itu terlihat sibuk dengan gadget-nya, Minggu(10/05/2020) siang. Lili melihat satu per satu akun media sosial usahanya di Instagram dan Facebook.
Ia juga mengunggah foto serta video singkat tentang beragam handmade buatannya di story Instagram. Lili juga mengecek direct message (DM) di akun Instagramnya dan mencatat setiap pesanan yang diterima. “Saya sejak awal memang selalu mempromosikan produk di akun sosial media seperti Facebook dan Instagram. Ya karena selain tidak berbiaya, juga cukup efektif untuk pelaku usaha baru seperti saya,” kata Lili.
Kembangkan bisnisnya dengan brand "Lili del Amor TDM Handmade"
Dia mulai mengembangkan bisnisnya dengan brand "Lili del Amor TDM Handmade " sejak 2015 silam. Melalui merek itu, ia memproduksi berbagai macam craft seperti gantungan kunci,candy barbie,tempat tissue dan masih banyak lagi. Usahanya itu benar-benar dirintis dari nol. Secara bertahap ia memanfaatkan internet sebagai media promosi. “Bisa dibilang usaha saya itu lahir dari rahim Internet. Karena memang saya memulai usaha dari Internet,” kata dia.
Lili menuturkan Internet menjadi media promosi yang cukup efektif dalam mengembangkan usaha rintisan. Saat awal-awal merintis usahanya itu, dia hanya bisa menjual puluhan handmade. Namun, saat ini pemesanan meningkat. Melihat perlunya peningkatan perluasan area pasar, kwalitas produk dan jiwa sosial yang tinggi lili pun memutuskan bergabung dengan pelaku UMKM kota Madiun di asosiasi Kamar Dagang Industri (KADIN) pada Maret lalu.
"Saya sangat berkeinginan pelaku usaha di kota Madiun ini semakin terarah dan maju sehingga akan semakin memajukan Nama Kota Madiun," tuturnya.
Sementara itu Toni Darminto SP.S.sos selaku Kepala Bidang UMKM Koperasi dan Industri Kreatif menyampaikan banyaknya manfaat bergabung di KADIN Kota Madiun ini di antaranya; memperoleh pelatihan pelatihan dari pakar, mendapatkan bantuan permodalan, serta perluasan jaringan pangsa pasar hingga keluar negeri.
Hasil usaha pelaku UMKM yang bergabung di Kadin Kota Madiun saat ini sudah tembus hingga Malaysia, Swedia dan Canada.
"Kadin masih membuka pendafataran para pelaku Usaha UMKM yang ingin lebih maju dan tentunya akan.mendapatkan fasilitas pembinaan mulai dari kwalitas,permodalan dan market penjualan," pungkasnya.