Kondisi double track di wilayah Kabupaten Jombang. (Istimewa)
Kondisi double track di wilayah Kabupaten Jombang. (Istimewa)

JOMBANGTIMES - Proyek pembangunan jalur ganda (Double Track) Kereta Api menjadi sorotan masyarakat di Jombang. Sorotan datang lantaran adanya dugaan kecurangan pengerjaan proyek pada pembangunan double track.

Aktivis Transparency and Transportation Community (TC) Jawa Timur, Joko Fattah Rachim mengatakan, terjadi kecurangan yang dilakukan kontraktor pemenang dalam paket Jalur Ganda Madiun Jombang (JGMJ)-II sepanjang kurang lebih 24 Kilometer tersebut. Kecurangan itu terjadi pada pengerjaan Balast, Kayu Bantalan, U-Ditch hingga kompensasi pembenahan jalan akibat jalur ganda.

"Terjadi merata di paket 1 hingga paket 8 yang membentang mulai dari Jombang sampai Mojokerto. Kami mendapati terjadi banyak kecurangan dalam proyek pembangunan jalur ganda JGMJ-II," ujarnya kepada wartawan, Minggu (3/5).

Temuan aktivis Transparency and Transportation Community (TC) Jawa Timur ini, bahwa untuk bantalan kayu yang dipergunakan di banyak titik jembatan maupun under pass ditemukan menggunakan Merbahu atau Bengkirei. Fatta menyebut, bahan yang digunakan tersebut tidak sesuai dengan spek.

Menurut Fattah, dalam bantalan rel kereta api seharusnya menggunakan 4 jenis, yakni Kayu Ulin, kayu Jati, beton, dan bantalan besi. 

"Inilah yang kami anggap mengabaikan spek, dengan mengganti jenis kayu. Seharusnya menggunakan Ulin, namun diganti jenisnya. Sudah begitu, kayu yang dipasang banyak yang tidak dilengkapi dengan plat S yang notabene sebagai penahan keretakan," ungkapnya.

Selain bantalan kayu, kecurangan kontraktor juga terjadi di material Balast. Hal ini nampak saat ditemui banyaknya batu utuh (bulat,red), dan yang berukuran dibawah standar. "Untuk balast kami juga menemui praktek pencampuran. Dengan banyaknya batu coral yang masih utuh, serta yang berukuran kecil yang tidak diayak terlebih dulu," tandasnya.

Atas temuan LSM tersebut, pihak aparat penegak hukum diminta untuk segera turun. Pasalnya, dari total 8 paket pembangunan jalur ganda tadi bernilai puluhan miliar yang bersumber dari keuangan Negara. Fattah menduga, aga kerugian uang negara dalam proses pengerjaan proyek double track itu.

"Setiap paket pembangunan jalur ganda jumlahnya puluhan miliar. Dengan kondisi yang ada di lapangan, kami mendesak aparat penegak hukum baik dari Polri maupun Kejaksaan untuk turun," tegasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi terkait temuan aktivis itu, pihak Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Jawa Bagian Timur, belum memberikan respon. Bukan hanya melalui sambungan telfon via nomer selulernya, Bagus Dharma Bhilawa, selaku Kasatker maupun Koordinator Pengawas proyek rel ganda, Reza Maulana tidak membalas pesan WhatsApp yang dikirimkan.(*)