Ery Abdul Nasir Palupessy, Koordinator komunitas Punk Tapa Kuda untuk penyataan ini (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Ery Abdul Nasir Palupessy, Koordinator komunitas Punk Tapa Kuda untuk penyataan ini (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Menyikapi banyaknya profokasi yang diarahkan kepada kelompok marginal atau extra ordinary, komintas punk wilayah Tapak Kuda akhirnya angkat bicara, dan menolak anggapan bahwa kelompok mereka adalah kelompok yang berpotensi membuat kekacauan dan keresahan di negeri ini. 

Melalui Ery Abdul Nasir Pelupessy, yang berdomisili di Jatiroto Lumajang, kelompok punk Tapal Kuda berharap kepada semua pihak, termasuk aparat keamanan, untuk menghentikan tuduhan miring terhadap komunitas ini, dan menganggap mereka dengan anasir-anasir sebagai pengacau keamanan, menyudutkan mereka, apalagi dikaitkan dengan kelompok tertentu yang berencana untuk mengadakan penjarahan dan kekacauan dinegeri ini. 

"Rencana untuk mengadakan penjarahan dan kekacauan itu adalah sebuah sikap individu atau kelompok tertentu yang tidak ada hubungannya dengan kami, khususnya kelompok punk Tapal Kuda. Kami sepakat bahwa kami ini adalah bagian dan pelengkap bagi NKRI, yang juga siap untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan cara kami," demikian dikakatan Ery Abdul Nasir Pelupessy, melalui sambungan telepon dengan media ini. 

Ery Abdul Nasir, yang selama ini aktiv membina anak-anak punk di jalanan menyebut, kelompok punk adalah pelengkap dari NKRI dalam bingkai kebhinekaan yang tak seharusnya dikaitkan dengan anasir-anasir pembuat kekacauan, apalagi tindakan yang meresahkan masyarakat. 

"Kepada semua pihak, dalam hal ini Bupati Lumajang, Kapolres dan Dandim 0821 Lumajang, serta pimpinan daerah lainnya di wilayah Tapal Kuda, kami ingin sampaikan bahwa kami akan setia dan loyal kepada Pancasila dan UUD 1945 dan tidak akan menjadi bagian dari ajakan dan provokasi untuk melakukan tindakan yang mengarah kepada keresahan sosial dan penjarahan. Kami kaum marginal dan extra ordinary atau apapun namanya ingin menjadi bagian dari warga negara yang bermanfaat untuk masyarakat dan NKRI," tegas Ery Abdul Nasir Pelupessy, yang juga Direktur Masyarakat Transparansi Indonesia, yang juga aktiv dalam pembinaan UMKM di Lumajang. 

Oleh karena itu, Ery juga berharap kepada semua pihak agar tidak menilai kepada kelompok punk walau mereka secara memiliki bentuk yang berbeda dari masyarakat kebanyakan, namun hendaknya diterima dan diberi ruang dalam berkespresi, karena kelompok punk juga siap menjadi bagian dari pertahanan rakyat semesta dan untuk utuhnya NKRI. 

"Mungkin bentuk kami memang berbeda dari masyarakat kebanyakan, tapi kami juga loyal kepada negeri ini dan kami pastikan kami tidak akan pernah terpengaruh dengan ajakan dan provokasi untuk membuat kerusahan di negeri ini," tegas Ery kemudian. 

Selama ini Ery memang dikenal sebagai pemuka tokoh punk di wiyalah tapal kuda dan memiliki rumah singgah untuk anak-anak punk di Jatiroto Lumajang. Melalui rumah singgah ini, Ery menyediakan tempat bagi anak-anak punk dari manapun yang melintas di Lumajang untuk menginap sebelum melanjutkan perjalanan.  

Ditempat ini Ery juga menyediakan makanan, sarana ibadah dan selalu berharap kepada komunita ini untuk tetap tunduk kepada aturan yang mengikat, termasuk didalamnya kehidupan beragama.