Ilustrasi, net
Ilustrasi, net

Setelah menuai pro dan kontra tentang pembukaan kembali usaha sejumlah tempat hiburan dan karaoke di Tulungagung, akhirnya surat edaran perpanjangan penutupan sementara terbit. Surat edaran yang dikeluarkan sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung itu tertanggal 27 Maret 2020, namun baru diterima pada Senin (30/03) hari ini.

"Dengan sangat terpaksa, semua pemandu lagu saya rumahkan. Ngenes, setelah ada harapan buka ternyata surat perpanjangan penutupan baru saya terima," kata Clara (bukan nama sebenarnya) yang merupakan pemilik usaha karaoke dan warung kopi.

Clara menunjukkan surat yang intinya pemerintah memperpanjang penutupan sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

"Kapan boleh buka tidak ada batas waktu, daripada menanggung gaji mereka keputusannya saya rumahkan. Sekarang saya dan pemandu lagu serta karyawan lain yang terlibat di warung sama-sama pengangguran," paparnya.

Meski begitu, Clara memahami keputusan pemerintah Kabupaten Tulungagung ini karena memang ada situasi wabah virus corona yang menurutnya berbahaya dan beresiko menular.

Sementara itu, Sekretaris Daerah yang juga Kepala Satgas Penanggulangan Covid-19 Tulungagung, Sukaji membenarkan adanya surat edaran yang dikirim pihaknya atas nama Bupati Tulungagung.

"Status darurat secara nasional juga diperpanjang, di samping itu masih sangat diperlukan phisycal distancing agar pencegahan lebih efektif dengan harapan memperoleh hasil yang baik sehingga penyebaran virus covid-19 bisa berhasil," kata Sukaji, Senin (30/03) malam.

Sukaji meminta kesadaran dan dukungan agar masalah Covid-19 di Tulungagung segera berlalu. Baginya, hanya dengan kebersamaan persoalan rantai resiko penularan dapat diputus untuk kepentingan warga kota marmer khususnya.

"Kebersamaan ini sebisa mungkin sangat diperlukan karena hanya dengan kebersamaan kita dapat melakukan pencegahan yang efektif dan efisien," tegasnya.

Seperti diketahui, di Tulungagung sudah masuk zona merah setelah 1 Pasien dinyatakan positif corona, Minggu (29/03) kemarin.

Dari data Posko Penanganan Covid19 Tulungagung Per tanggal 29/3/20, secara kumulatif ada 462 orang dalam pemantauan (ODP) yang tersebar di 19 kecamatan, dengan ODP tertinggi di kecamatan Pakel dengan 98 orang disusul Boyolangu 39 orang dan Pakel 34 orang.

Untuk Pasien dalam pengawasan (PDP) ada 27 pasien yang tersebar di 10 kecamatan, tertinggi kecamatan Rejotangan dan Sumbergempol dengan masing-masing 4 pasien, disusul Gondang dengan 2 pasien. Namun keseluruhan PDP dinyatakan telah sembuh dan dipulangkan.