Banyuwangi Jaga Miniatur Indonesia dengan Seni | Jatim TIMES

Banyuwangi Jaga Miniatur Indonesia dengan Seni

Mar 15, 2020 08:12
Suasana Gelaran Aktualisasi Seni Budaya Kebangsaan di Taman Blambangan Banyuwangi (Nurhadi/BanyuwangiTIMES)
Suasana Gelaran Aktualisasi Seni Budaya Kebangsaan di Taman Blambangan Banyuwangi (Nurhadi/BanyuwangiTIMES)

Banyuwangi adalah miniatur Indonesia yang begitu banyak ragam perbedaannya. Namun kerukunan, kekompakan dan kerja sama yang baik antara pemimpin dan rakyat, Banyuwangi dipercaya  bisa memelihara merawat dan melestarikan persatuan kesatuan dan kerukunan yang ada.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyuwangi Abdul Aziz Hamidi, dalam pembukaan Aktualisasi Seni Budaya Kabupaten Banyuwangi Tahun 2020 yang bertajuk Saturday Night di Taman Blambangan Banyuwangi, Sabtu (14/3).

"Yang bisa menjaga merawat dan memelihara adalah masyarakat Banyuwangi sendiri. Atas nama pemerintah kami menyampaikan terima kasih atas peran semua elemen yang mampu menjaga kerukunan ekstern maupun intern umat beragama, yang membuat persatuan dan kesatuan terjaga dengan baik. Sehingga, program pembangunan bisa dilaksanakan dengan baik dan mencapai perkembangan yang luar biasa," jelasnya.

Lebih lanjut, Aziz menuturkan pada tahun 2020 merupakan tahun politik, akan ada pelaksanaan Pilkada, tentunya akan banyak perbedaan antar masyarakat. Perbedaan tidak dilarang karena memang dijamin undang-undang. 

Dia berharap agar masyarakat memberikan support menyukseskan pesta demokrasi dengan menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya serta tetap jaga persatuan kesatuan dan kerukunan yang sangat mahal harganya.

Pertunjukan Aktualisasi Seni Budaya
kali ini merupakan bentuk sinergitas dan kolaborasi antara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Forum Pembauran Kebangsaan dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Banyuwangi dan stakeholder lain.

Dengan menggelar pertunjukan seni budaya, selain untuk melestarikan warisan leluhur yang agung, juga diharapkan mampu mengundang minat wisatawan lokal dan mancanegara datang berkunjung dan menikmati aneka ragam seni yang tumbuh dan berkembang kota ujung timur Pulau Jawa ini.

Acara pembukaan malam Aktualisasi Seni Budaya tersebut ditandai dengan penyerahan Gunungan oleh Kepala Kesbangpol Banyuwangi kepada dalang Ki Ichwan Dwi Purbo Carito, salah seorang generasi muda LDII Banyuwangi.

Dalang Milenial Dwi Purbo Carito dalam pertunjukan tersebut menampilkan lakon "Patriotisme Kebangsaan  Satria Blambangan" yang menggambarkan upaya Banyuwangi dalam mencegah dan menanggulangi peredaran narkoba serta perbuatan maksiat yang lain di Bumi Blambangan. 

Kemudian di sela pagelaran wayang, secara berurutan panitia pelaksana juga menampilkan Peragaan Pencak Silat Kategori Seni Ganda oleh Pesilat Persatuan Silat Nasional (Persinas) Ampuh Sehat Aman Damai (ASAD) Kabupaten Banyuwangi. 

Dilanjut penampilan berbagai atraksi seni budaya mulai dari; Parade Puisi, Celatu, Tetembang Laros Kontemporer dan Paduan Suara Komunitas Gotong Royong 45, berkolaborasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dengan Komunitas Gotong Royong 45. 

Gelaran Aktualisasi Seni Budaya diakhiri dengan cerita Ki Dalang Milenial yang menggambarkan keberhasilan kebaikan mengalahkan kebatilan.

Sementara Sekretaris LDII Banyuwangi Kris Parwanto mengungkapkan penampilan milenial merupakan bentuk nyata Komunikasi kontribusi dan kerja LDII  dalam membangun Banyuwangi. 

"Dorongan kuat FPK dan Pemkab Banyuwangi yang senantiasa menggugah kami untuk nguri - nguri seni budaya dan melahirkan kaum milenial yang inovatif dan kreatif, " ujarnya.

Sementara KH. Hariadji Sugito, Pembina  LDII Banyuwangi menyampaikan pesan bagi kaum milenial LDII  supaya tidak hanya melaksanakan kewajiban mengaji, namun wajib memiliki keunggulan lain agar mampu bersaing dalam globalisasi termasuk dalam bidang seni budaya. 

"Mari bersama memelihara merawat dan melestarikan warisan luhur budaya bangsa, pencak silat dan wayang kulit. Banyak filosofi yang mendidik untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cerita, lakon dan karakter wayang yang baik bisa menjadi  contoh dan tauladan dalam kehidupan," jelas mantan Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi itu.

 

 

Topik
Banyuwangi Berita Banyuwangi Aktualisasi Seni Budaya Kabupaten Banyuwangi

Berita Lainnya