Fasilitas fitness yang sempat diberikan oleh Pemkab Tulungagung di Alun-alun Tulungagung kini hanya menyisakan baut tanamnya saja. Banyak masyarakat yang menyayangkan hal ini.
Nurhadi salah satunya, mengungkapkan fasilitas yang ada seharusnya menjadi aset yang terus dirawat dengan baik oleh pengunjung maupun oleh pengelola taman alun-alun.
“Pengunjung juga jangan asal asalan menggunakan alat yang ada, jangan sampai dimuati sampai 3 orang atau bahkan lebih, karena ada aturan pakainya,” jelas Hadi.
Padahal keberadaan fasilitas ini disambut antusias warga. Selain sebagai tempat rekreasi murah keluarga, alun-alun juga dijadikan pusat olahraga bagi masyarakat Tulungagung, apalagi yang rumahnya dekat dengan wilayah kota.
Pengunjung wajib mentaati aturan pakai yang sudah dituliskan oleh pengelola di dekat lokasi peralatan, walaupun saat ini kondisi papan informasi tersebut sudah tidak bisa dibaca karena terbuat dari bahan kertas dan luntur saat terkena air hujan.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Diana, menurutnya sudah selayaknya pengelola taman alun-alun yakni Pemkab Tulungagung mempertahankan fasilitas fitness yang sudah ada sebab keberadaanya diperlukan oleh masyarakat yang berlibur di lokasi tersebut.
Diana menyebut, sebelum alat alat fitness ini dilepas, beberapa kali dirinya menemukan kondisi alat fitness rusak dan tidak mendapatkan perawatan yang maksimal, sehingga dibiarkan mangkrak begitu saja, alih alih diperbaiki malah kini dilepas dari baut pengikatnya.
“Dulu kalau ndak salah itu sampai protol baut bautnya, sepeda statisnya itu dulu sampai ndak ada yang make karena bautnya lepas lepas, akhirnya dilepas dan tidak dipakai lagi,” pungkasnya.
Dirinya berharap, pengelola segera memperbaiki dan memperbarui alat fitness yang ada, agar keberadaan taman alun- alun semakin bermanfaat untuk banyak orang.