Penampilan musik keroncong membius para pengunjung Pekan Budaya Kabupaten Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Penampilan musik keroncong membius para pengunjung Pekan Budaya Kabupaten Blitar.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)



Pemkab Blitar bersama Rumah Blitar Kreatif (RBK) kembali menggelar acara Pekan Budaya Kabupaten Blitar edisi kedua tahun 2019 di Alun-Alun Kanigoro, Jumat-Minggu (8-10/11/2019).

Puluhan stan tampak berada di acara yang menyedot ratusan pasang mata itu. Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Blitar Rijanto serta dimeriahkan penampilan musik keroncong dan musik jazz.

Dalam sambutannya, bupati menegaskan Pemkab Blitar mendukung penuh digelarnya pekan budaya oleh RBK. Bupati berharap acara ini membawa kemajuan bagi Kabupaten Blitar.

“Pekan budaya ini menjadi semangat bagi kita untuk memajukan Kabupaten Blitar, baik melalui budaya maupun lewat kegiatan peningkatan usaha ekonomi kreatif dan kegiatan kemasyarakatan yang lain," ungkap Rijanto.

Pekan budaya edisi kali ini menampilkan grup musik keroncong dan jazz dengan jumlah total 40 grup. Tak hanya dari Blitar. Mereka yang tampil juga berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Bupati melihat gelaran ini merupakan capaian luar biasa bagi Kabupaten Blitar. Dia berharap tahun-tahun mendatang lebih ditingkatkan.

“Saya tadi bicara dengan Pak Sekda, sudah seharusnya acara yang baik ini tiap tahun harus kita adakan. Dan tentunya APBD akan selalu siap mendampingi. Yang penting teman-teman kerja bersama kam. Insya Allah semuanya bisa berjalan dengan baik,” ucap Rijanto.

Bupati mengusulkan, mulai tahun depan Pekan Budaya Kabupaten Blitar digelar  bulan Juni sebagai rangkaian peringatan hari lahirnya Pancasila. Diharapkan nantinya pekan budaya dapat melengkapi acara-acara rangkaian peringatan hari lahirnya Pancasila di Kabupaten Blitar. Tahun-tahun sebelumnya, dalam peringatan Hari Pancasila, rutin digelar upacara, tari kolosal, lari protar makam Bung Karno-Candi Penataran, salawatan, dan lainnya.

“Kalau bisa nanti disetujui oleh DPRD juga, ini kita kemas setahun sekali pada Juni, saat peringatan hari lahirnya Pancasila. Di momen-momen seperti itulah sudah seharusnya kita pergunakan untuk menampilkan segala potensi yang ada di Kabupaten Blitar,” harap orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut.

Sementara itu, Ketua Rumah Blitar Kreatif (RBK) Purwanto menyampaikan Pekan Budaya Kabupaten Blitar edisi kedua ini mengusung konsep kolaborasi antara budaya tradisi dengan budaya milenial. Unsur kreatif menjadi nyawa acara ini karena para milenial menampilkan kreativitasnya dalam bazar produk kreatif, mini-festival kopi, dan musik.

“Budaya milenial yang tidak bisa kita tolak ialah musik jazz. Jadi, keroncongnya mewakili yang sepuh, kemudian milenial diwakili oleh jazz. Nyatanya, hingga malam begini, pengunjung tidak beranjak dari tempat. Mereka bertahan dan menikmati musik-musik yang ada,” kata budayawan yang akrab disapa Cak Pur.

Pekan budaya ini akan menjadi surganya para penikmat musik. Selama tiga hari ke depan, pengunjung benar-benar akan dimanjakan dengan penampilan para musisi jempolan.

Menurut Purwanto, hari pertama pekan budaya akan diisi oleh penampil dari lokal Blitar. Sementara  hari kedua dan ketiga, panggung sepenuhnya menjadi milik pemusik keroncong.

“Keroncong ini animonya besar sekali, di bawah naungan Persatuan Artis Musik Keroncong (Pamori) Jawa Timur. Dua hari, Sabtu dan Minggu, seluruh grup keroncong dari seluruh Jawa Timur akan tampil di sini. Penampil musik keroncong merupakan musisi yang benar-benar ahli di bidang musik keroncong,” paparnya.

Lebih dalam Purwanto berharap, acara ini ke depannya bisa menjadi wadah bagi kaum milenial dan musisi untuk mengasah kreativitas. "Kita seperti kekurangan wadah sebenarnya. Kalau setahun sekali, itu rasanya kurang. Selain pekan budaya ini, kami dari RBK juga akan terus membuat acara-acara baru agar terus ada penambahan event kreatif baru di Kabupaten Blitar,” pungkasnya. (kmf)

 


End of content

No more pages to load