Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia  bersama tim BKSDA memantau langsung lokasi pembalakan Sonokeling (ist).

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia bersama tim BKSDA memantau langsung lokasi pembalakan Sonokeling (ist).



TULUNGAGUNGTIMES – Untuk menuntaskan kasus pembalakan liar kayu Sonokeling di sepanjang jalan jalan Provinsi, yang berada di sekitar Polsek Sumbergempol, Kapolres Tulungagng AKBP Eva Guna Pandia memantau langsung bekas (tunggak) Sono keling, Kamis (3/10/19) lalu. 

Peninjauan dilakukan oleh orang nomer 1 di Polres Tulungagung dengan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur.

Melalui Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi menjelaskan peninjauan tersebut merupakan tindaklanjut dari tuntutan mahasiswa beberapa waktu lalu kepada Kapolres Tulungagung, untuk mengusut tuntas pembalakan liar sonokeling di Tulungagung.

Dan bentuk responnya, kata Hendi orang nomor satu di Polres Tulungagung itu turut terjun ke lapangan meninjau lokasi pembalakan liar bersama BKSDA Jawa Timur. 

Lokasi yang dituju, yakni di berada di Sumbergempol. Karena, bekas pembalakan liar wilayah tersebut masih terbilang baru.

"Dari peninjauan itu, kita ambil 2 sampel pembalakan sekaligus," katanya saat dihubungi awak media beberapa waktu lalu.

Lalu pada Jum’at (4/10/19) selepas meninjau lokasi, pihaknya memanggil beberapa saksi untuk diperiksa, termasuk penebang dan warga yang menyaksikan langsung pembalakan itu.

Dari keterangan saksi penebang, Kepolisian mendapat keterangan kapan dan dimana kayu itu ditebang. 

Selain itu terungkap, tak hanya jenis sonokeling yang menjadi sasaran pembalakan liar ini.

"Kita crosscek. Memang dari datanya banyak bekas pembalakan liar, tapi tak semua bekas baru, ada yang lama. Itupun ternyata tidak semua pohon sonokeling, ada jenis lain," jelas bapak 1 anak itu.

Dari penyelidikan yang dilakukan, pihaknya telah mengantongi nama tersangka pembalakan ini.

Jika alat bukti telah lengkap, pihaknya akan menaikan status perkara darin penyelidikan menjadi penyidikan.

Saat disinggung adakah kesamaan pelaku pembalakan yang ada di Trenggalek dan Tulungagung, Hendi enggan menjawab.

Tapi pihaknya memastikan akan segera mengungkap perkara tersebut, terlebih ada alatbukti detail yang ada di kejaksaan Trenggalek.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasus pembalakan liar Sonokeling di sepanjang ruang milik jalan (rumija) Tulungagung yang sempat tenggelam beberapa bulan lalu, menjadi focus bagi Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia. 

Buktinya, saat ini Satreskrim Polres Tulungagung tengah melakukan penyelidikan untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan dilapangan. 

Termasuk juga berkoodinasi dengan instansi terkait utamanya pemangku jalan, mengingat pohon sonokeling yang dibalak ada dijalan nasional dan jalan provinsi diwilayah Tulungagung.

“Kasus sonokeling jadi fokusnya Kapolres sekarang ini. Dan saat ini kita tengah melakukan penyelidikan dan pengumpulan data yang mana saja pohon yang masuk inventaris pemerintah," jelasnya.

Jika melihat kontruksi perkaranya, Hendi menegaskan mirip seperti di Trenggalek.  Maka dari itu, untuk perkembangan kasus di Tulungagung nantinya juga akan berkoordinasi dengan Polres Trenggalek yang mana, Polres Trenggalek telah mengungkap kasus tersebut dan berhasil mengamankan empat pelaku.

“Ya mirip. Dan disana sudah ada putusan. Maka putusan PN Trenggalek itu akan jadi yurisprudensi,” jelasnya.


End of content

No more pages to load