Sejumlah kain seragam tertumpuk di tennis indoor Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Sejumlah kain seragam tertumpuk di tennis indoor Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



Wakil rakyat di DPRD Jombang terus menyoroti pelaksanaan program Bupati Jombang berupa kain seragam sekolah gratis. Pengadaan kain yang telah melewati batas kontrak itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang didorong untuk melakukan sikap tegas kepada para penyedia barang.

Pada kontrak perjanjian, batas waktu pengadaan kain seragam berupa kain seragam nasional, olahraga dan pramuka sudah berakhir pada 29 September 2019 lalu. Namun, baru seragam pramuka berupa kain gelondongan yang sudah terealisasi.

Karena itu, salah satu anggota DPRD Jombang dari Fraksi PKS, Mustofa meminta agar Disdikbud harus menyikapinya dengan tegas. Salah satunya pemutusan kontrak kerja.

"Ya seharusnya Pemkab lebih tegas lagi kepada pihak penyedia, kenapa kain seragam lainnya (nasional, Red) dan seragam olah raga tak kunjung tuntas," ujarnya saat dihubungi, Kamis (3/10).

Tidak hanya diputus kontrak, pihak legislatif ini juga mendorong agar rekanan pemenang lelang program kain seragam gratis di blacklist. "Kan kemarin deadlinenya akhir September, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Kalau memang sudah diberi teguran, harusnya dilakukan tindakan tegas. Jangan sampai diundur-undur terus," tegasnya.

Sementara, Ketua Komisi D DPRD Jombang Erna Kuswati menambahkan, memang banyak permasalahan terkait pembagian kain seragam gratis tersebut. Bahkan, pembagian terus molor dan molor membuat wali murid melakukan tindakan inisiatif. "Karena molornya ini banyak wali murid yang membeli seragam baru sendiri," tandas nya.

Untuk itu, politisi perempuan asal PKB yang menjadi ujung tombak komisi D, berencana akan kembali memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang untuk dimintai klarifikasi.

"Tentu kami akan kembali melakukan pemanggilan untuk mempertanyakan sedetail mungkin adanya keterlambatan pembagian kain seragam  tersebut," pungkas nya.(*)


End of content

No more pages to load