free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Profil

Profil Ainul Marwan Aji: Mencipta Lagu Hitam Putih Trans 7 Deddy Corbuzier Juga Jago Bela Diri

Penulis : Muklas - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

14 - Sep - 2019, 22:47

Loading Placeholder
Ainul Marwan Aji (posisi kanan pembaca) bersama aktor Iko Uwais kelahiran Jakarta

Multitalenta Ainul Marwan Aji warga Kecamatan Lowokwaru Malang bisa dicontoh lintas generasi. Sebab, pria ini selain mahir membikin lagu juga ahli seni bela diri campuran. Atau lebih populer dengan mixed martial arts (MMA).

Dari tangan dinginnya, ragam suara yang berirama mencapai kurang lebih seribu lagu. Itu dilakukan sejak tahun 2017 lalu. Kala itu, sambil menunggu pelanggan dan pembeli nasi yang datang ke warungnya di Jalan Gajayana nomor 18, ia menyempatkan mengarang lagu.

Tidak hanya bernyanyi berbahasa Indonesia dan Jawa saja. Namun, ia bisa melagukan tujuh bahasa. Seperti contoh nyanyian: Inggris, dan berbahasa Itali. Kemudian, ada juga lagu menggunakan bahasa Spanyol, Jerman, dan Prancis.

Lalu, Aji panggilan akrabnya, bisa mengeluarkan suara bernada menggunakan bahasa Belanda: Waiting for Your love dan Mijn Geliefde, serta bahasa Indonesia. 

Ia menyatakan, mengeluarkan suara bernada bisa dilakukan siapa saja. Namun, yang pasti kata Aji, butuh ketekunan dan penyesuaian dalam memilih not dan grid nada lagu yang tepat. Upaya tersebut agar bisa memikat penikmat musik dan merasakan alunan irama serta makna lagu yang dibikin pada 25 April 2017 lalu.

Hobi mengarang lagu ini, tanpa sengaja ia mencandai salah satu teman pemusik yang sudah berbulan-bulan membuat lagu yang tak kunjung usai. Untuk alat instrumental hanya sebuah gitar mainan anak-anak seharga Rp 10 ribu.

Sebab, Aji mengaku tidak bisa menggunakan alat musik sama sekali. Bahkan, pada ujung gitar, sempat putus. Kemudian, disambung kembali bak merajut kata-kata jadi alunan lagu indah dan menyenangkan buat orang lain.

Soal membuat lagu untuk pesulap profesional Hitam Putih Trans 7 Deddy Corbuzier, ia mengaku butuh waktu singkat. Kurang lebih 15 menit. Pembuatan lagu inspirasi dari Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo atau populer dengan Deddy Corbuzier, tokoh mentalis ternama di tanah air.

Selain itu juga, pilihan lagu ini diangkat agar orang lain bisa tertarik. Agar ada rasa greget, penasaran. Serta mau mendengarkan makna dan filosofisnya.

"Setiap kali judul lagu terkait kejadian. Jadi, terkadang respon di tengah-tengah masyarakat masih kurang. Karena belum diaransemen. Saat itu, Joge teman pemusik bikin lagu tak juga jadi lagunya. Inisiatif tentang lagu Hitam Putih Trans 7 Deddy Corbuzier. Saya ingin sekali skill saya diakui dan diliput Hitam Putih. 

Lagu Hitam putih Trans 7 Deddy Corbuzier ini lagu ke 1050. Dan total lagu sudah mencapai 1061 judul, sejak 25 April 2017. Boleh dikata sudah berjalan 3 tahun 5 bulan saya bikin karya berbagai aliran," beber Aji kepada BatuTIMES.com.

Nah, sambil menunggu pembeli nasi di warungnya di tepi Jalan Raya Gajayana, Ia pun biasa menyempatkan diri untuk mencari inspirasi lain. Menghidupkan dunia pemusik nusantara dan mengarang lagu lain. Meskipun ia bisa membuat lagu, bukan berarti Aji terjun ke jalan sambil mengamen.

Untuk menyambung hidup mulia, Aji membuka warung di pinggir jalan raya itu, buka pukul 18.00 sampai pukul 24.00. Selain menyediakan masakan untuk masyarakat sekitar yang beli nasi racikannya, juga banyak pula para mahasiswa, tukang ojek, dan driver online yang sering mampir mencicipi hasil khas racikan bumbu.

Untuk keperluan warungnya, tiap hari ia sendiri yang pergi ke pasar. Di antaranya, membeli kebutuhan tahu, tempe, ayam dan usus serta daging. Upaya tersebut agar mengetahui harga-harga barang di pasaran. Juga mengatur pola manajemen warungnya secara mandiri.

"Setiap hari belanja. Begitu juga kalau masak dan meracik bumbu," ungkap Aji di sela-sela kesibukannya melayani pembeli yang datang ke warungnya Panggung Ocean Cafe di tepi jalan itu.

Aji mengisahkan, sebelum di acara Fighting Academy di acara TPI Fighting Championship dan Duel RCTI 2002-2005, ia ex- pelaut, ia bergelut dengan kerasnya badai dan ombak selama lima tahun, pada 1990-an.

Ia berkelana menaiki kapal laut melintasi perairan samudra Indonesia sampai lautan Atlantik. Memasuki wilayah negara Uni Soviet, kini Rusia. Di sela-sela tidak melaut, pecinta kucing ini tetap mengais rejeki dan menggantungkan nasib di Jakarta.

Tentu tinggal di ibukota penuh tantangan dan harus bekerja keras. Namun, di kota yang telah memiliki lima wali kota itu, dia jalani dengan banyak belajar dan bergaul dengan kalangan para artis: Dede Yusuf, Iko Uwais, dan para produser-produser perfilman.

Dengan berjalannya waktu pula, di ibukota Indonesia itu, pada 2002, ia pun membidani berdirinya Mixed Martial Arts (MMA): Tiger Shark Fighting Academy (TSFA) yang berawal dari Yusikaindo. Sebuah perguruan seni bela diri yang masuk di kompleks Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Tentu Aji tidak seorang diri, ada teman yang juga sesama perantauan, Zuli Silawanto. Yang juga memiliki hobi olahraga beladiri bersama. Menggabungkan teknik pergumulan, tendangan, dan pukulan. Aji pun jadi mentor dan pelatih di TSFA itu. Terkadang Zuli pun diajari trik mengalahkan lawan dan mengatur pernafasan saat di atas ring.

Sosok master Zuli Silawanto ini sering nongol di teve Nasional juga Internasional. Serta beberapa fighter dari Tiger Shark sudah mengibarkan bendera Merah Putih di luar negeri baik fighter laki juga perempuan.

Di tangan dingin Aji pula, Zuli juga banyak belajar soal cara memukul dengan bagus. Begitu juga teknik menendang dan menjatuhkan lawan saat bertarung di atas ring. Juga sudah ada atlet cewek: Putri Patmi (Ami) yang diorbitkan dari Kota Malang alumni UB mengikuti pertandingan olahraga full body contact yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan di atas ring, beberapa kali.

"Saya pertama kali yang jadi sparring Zuli. Sekarang Zuli Silawanto jadi The Legend Fighting MMA Indonesia. Saat Asian Games 2018, Tiger Shark juga dikontrak untuk pengamanan selama acara berlangsung," beber pelatih tingkat Asia Pasifik kepada BatuTIMES.com.

Perlu diketahui, aktor The Tiger Shark juga jadi aktor action laga Indonesia, The Raid 2, Berandal yang disutradarai oleh Gareth Evans. "Iko Uwais adalah sahabat saya. Jadi kami sangat dekat," sambungnya.

Pemilik badan dengan tinggi 170 centimeter ini juga menguasai berbagai jurus dan teknik beragam aliran. Seperti silat, karate, tinju, jujitshu, dan muangthai. Kemudian, menguasai beragam jenis senjata tajam. Di antaranya: nuncaku, toya, dan pedang. Lalu, pandai menggunakan tombak, rantai dan mengkombinasikan antara rantai dengan taichi.

Namanya saja seni bela diri full contact (pertarungan bebas). Beragam teknik melawan dan bertahan dari berbagai cabang bela diri melumpuhkan lawan dipadukan. Serta dipelajari titik kelemahan. Baginya, bela diri tidak hanya membuat seseorang percaya diri saja. Namun, juga meningkatkan kecerdasan dan menjaga kesehatan.

Sehingga, Aji bisa menilai mana jurus yang tepat dan berguna saat bertanding. Tidak jarang pula ia kombinasikan beragam jurus lain hingga melahirkan teknik baru dan ilmu baru. Yaitu, teknik keakuratan mengeluarkan jurus.

Aji menjelaskan, dalam teknik penyerangan terpadu kecepatan dan power upaya tersebut agar lawan tidak sempat balik, melawan. Dan teknik pertahanan itu, adalah soal kelincahan dan bagaimana mengelabui lawan.

Aji menekankan, semua cabang olahraga lain dan olahraga serupa sejak zaman Yunani kuno, ada teknik tingkat tertinggi dari seni beladiri. Yaitu, hendaknya, tiap atlet maupun ahli bela diri mau menghargai kemampuan dan kelebihan orang lain. Selain itu, menanamkan jiwa dan maindset mau rendah hati di tengah-tengah masyarakat luas.

Ia bersinggungan dengan dunia olahraga beladiri sejak lama. Pada 1980-an, saat Aji masih duduk di bangku SD Ketawanggede Kota Malang. Kala itu, anak-anak seusianya yang berada di kampungnya gemar berlatih dan menggandrungi seni bela diri. Termasuk Aji sendiri.

Namanya saja perkumpulan tingkat kampung. Jadi belum ada papan nama perguruan. Pencarian ilmu pun sekitar wilayah Dinoyo dan Ketawanggede. Bahkan, untuk menguasai beragam jurus pada awal mulanya, ia praktikkan di rumah usai belajar dari latihan tadi.

Upaya tersebut agar beragam teknik dan jurus tidak luput dan bisa benar-benar dikuasai secara maksimal dan tepat. Pria yang memiliki bobot badan 65 kilogram ini mengatakan "setiap orang punya bakat terpendam dan keahlian".

Untuk itu, skill perlu diasah dan disiplin tinggi. Agar fisiknya kuat, ia pun banyak berlatih. Laksana banyak makan garam. Bahkan, Aji tidak pelit untuk berbagi ilmu dengan orang lain. Seperti mengolah pernafasan, push-up, sit-up, dan mempraktekkan penguncian. Serta membetulkan teknik yang salah.

"Dulu kalau berlatih sangat keras. Terutama fisik, contohnya melompat katak," jelas pria nomor tiga dari lima bersaudara ini.

Pada 2006, ia harus balik kampung dari kota metropolis. Sebab, ia harus merawat ayahnya: Zainuri (pemuka agama di Ketawanggede) lantaran sakit. Selang beberapa lama ayahnya pun meninggal dunia.

Sebelum meninggal, pria yang juga hobi memelihara kucing ini pun diamanahi untuk mengasuh dan mengopeni yayasan yatim piatu dan para janda: Nurul Iman yang menampung kurang lebih 23 orang. Mereka terdata, dari kalangan sekitar kampungnya.

Untuk menyambung hidup dan merawat yayasan yang ia kelola dengan berjualan nasi di depan rumahnya, berpanggung. Namun, jiwanya masih jatuh hati pada dunia olahraga seni bela diri. Tidak sedikit pula mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Islam Negeri (UIN) menimba banyak dan berkonsultasi pada Aji.

Beragam seni bela diri dan teknik bertarung yang bagus, diluruskan. Baginya, banyak cara menuju ke Kota Roma. Keterbatasan sarana tidak menghalangi untuk terus berlatih dan mengkombinasi beragam jurus apik. Untuk itu, acapkali pemilik Facebook Marwan Aji berlatih dan terus meningkatkan kemampuannya di lapangan UB yang tidak jauh dari lokasi rumahnya.

Entah sekadar berlari setiap hari Minggu dan jogging. Atau mengolah pernafasan, dan melenturkan otot juga mengkreasi beragam jurus. Agar bertambah lincah dan paham betul teknik kelemahan di tiap aliran dan jurus.  

"Bisa stretching di mana pun. Tembok dan pohon bisa jadi samsak. Terkadang latihan bersama mahasiswa asal Rusia," papar pelatih tingkat Asia Pasifik ini.

Kini, selain kesibukannya melayani pembeli di warungnya dan berlatih. Pemilik akun Instagram @ainul _marwan_aji juga mengasah kemampuan mengeluarkan suara "emasnya". Hasil karya selama tiga tahun lima bulan.

"Rencana buat video klip. Ada juga lagu saya diarasemenkan sama grup band Mamen B plus Jakarta," ungkap pria yang juga Instructur laga Dini Insan Film PH milik Ariskurniawan aktor ternama Indonesia.

Kesibukan Aji lain, selain latihan bersama dengan perguruan Sington Muangtai Malang. Juga dari pihak manajemen perfilman masih melakukan kontak hubungan untuk melatih para artis yang hendak ikut film laga.

Di antaranya film anak-anak: Lima Jagoan Cilik yang tayang di tv swasta. Juga melatih salah satu aktor laga pemeran sinetron: anak langit (Bryan Sekundo). Kedepan, pemilik akun You Tube Martial Art Tiger Shark Skill terus mencari bibit lain untuk dibina agar melahirkan atlet-atlet seni beladiri yang bermutu.

Mendesain seseorang jadi manusia unggul. Dan menelurkan atlet bagus. Tentu dengan harapan bisa mengharumkan nama Indonesia tingkat Internasional. Maka, ia sedang mencari multitalen dari kalangan cewek.

Sebab, Aji menilai jarang ada perempuan yang mencintai dan menggeluti dunia seni bela diri campuran. Selain itu juga, kalau cewek sangat mudah untuk diorbitkan. Dan tentu mudah menurut.

"Atlet cewek prioritasnya tinggi. Sebab, popularitas jarang," pungkasnya sambil menatap masa depan lebih cerah lagi. 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Muklas

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Profil

Artikel terkait di Profil

--- Iklan Sponsor ---