free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Pertama Kalinya, Kesenian Tari Topeng Klono Ditampilkan oleh Ribuan Pelajar

Penulis : Adi Rosul - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

06 - Sep - 2019, 19:13

Loading Placeholder
Terlihat sejumlah pelajar mengenakan topeng klono pada acara Tari Kolosal Klono Sewu di Alun-Alun Kabupaten Jombang. (Foto: Adi Rosul / JombangTIMES)

Pertama kalinya kesenian tari topeng klono ditampilkan oleh ribuan pelajar dan guru secara bersamaan. Hal itu bertujuan untuk melestarikan kebudayaan asli Kabupaten Jombang.

Tari topeng klono ini merupakan kesenian asli Kabupaten Jombang yang lahir di Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Jombang. Pada Jumat (6/9) pagi, kesenian tersebut disajikan dalam bentuk tari kolosal klono sewu, dengan 1.000 penari terdiri dari 900 pelajar dan 100 guru.

Para penari tersebut terlihat kompak menari dengan mengenakan topeng klono mengikuti alunan musik gamelan Jawa. Salah satu dari ribuan penari tersebut, terdapat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Budi Nugroho yang juga ikut menari mengenakan topeng klono asli.

Diterangkan Budi, dibutuhkan waktu selama satu bulan lebih untuk mempersiapkannya. Sasaran dari tarian kolosal klono sewu ini sendiri adalah kalangan milenial yang tujuannya untuk memberikan pendidikan karakter. "Sudah ada satu bulan sebelumnya persiapan bukan pekerjaan mudah ketika 1000 peserta harus kita munculkan," terang Budi.

Tari Topeng Klono Jatiduwur ini telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang pada 2018 lalu. Untuk melestarikannya, Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang melibatkan para pelajar dan para guru sebagi muatan lokal di sekolah.

Selain itu, tari topeng klono ini juga sebagai pembentukan karakter bagi para pelajar di Jombang. "Kami berharap acara ini memviralkan kesenian tari topeng klono. Tujuannya untuk penguatan pendidikan karakter untuk komunikasi kita dengan generasi milenial," ujarnya.

Meski tampak sederhana, namun tari klono sewu ini memiliki tingkat kesulitan tersendiri dalam hal gerakannya yang membutuhkan stamina. Bahkan meski para pelajar sudah belajar selama tiga minggu selama di sekolah, namun masih juga butuh latihan tambahan, agar benar- benar bisa menguasai tari klono sewu tersebut.

"Tari klono sewu adalah tari yang diciptakan dari kesamben. Dari sekolah kita belajar selama tiga minggu. (Harapannya) semoga budaya Jombang semakin terkenal selalu terlestarikan," pungkasnya.

Sementara, salah seorang penari topeng klono, Lilatul Dwi Rahmawati (17) mengatakan, ia mengenal kesenian Topeng Klono Jatiduwur ini dari pihak sekolah.

Untuk menarikan tarian itu, lanjut Lailatul, dirinya mempersiapkannya tarian dengan berlatih di sekolahnya selama sebulan penuh. "Ini kita latihan selama satu bulan. Ini juga sebagai bentuk melestarikan budaya Jombang," pungkasnya.(*)

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Adi Rosul

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---