Polisi yang tengah melakukan razia (Doc MalangTIMES)
Polisi yang tengah melakukan razia (Doc MalangTIMES)

Saat razia kendaraan di Kota Malang, para pelanggar jangan harap bisa kabur dengan tenang dan berfikir akan lolos. Pasalnya, dalam setiap kegiatan razia jajaran Kepolisian Kota Malang, selalu menugaskan tim dokumentasi yang saat ini bersiap melakukan bidikan foto cepat.

"Setiap razia kita siapkan tim dokumentasi, apabila ada masyarakat yang mencoba kabur dan tidak mau distop atau berhentikan, kita akan foto dengan teknik yang cepat. Ini disiapkan memang untuk mengantisipasi pelanggar yang membandel," jelas Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander SIK, MH.

Lanjutnya, setelah dilakukan pemfotoan, hasilnya akan diteliti dan identifikasi untuk berupaya mencari identitas pelanggar tersebut. Dan jika dalam hasil identifikasi pelanggar bukan merupakan warga Kota Malang, selanjutnya akan upaya pencocokan melalui sistem kependudukan E-KTP.

"Selain itu, bisa juga kami manfaatkan face recognition maupun tim IT untuk mencari identitas pelanggar. Sehingga dengan begitu, tidak memberikan kerawanan terhadap masyarakat maupun kerawanan terhadap anggota sendiri. Jiak perlu kami juga siapkan tim kerja," paparnya

Lebih lanjut ia menyampaikan dengan foto saja, sudah bisa mengategorikan jika pelanggar tersebut bersalah. Makanya, setelah identifikasi mendapatkan hasil atau mengetahui alamat pelanggar, pihak kepolisian akan mendatangi domisili pelanggar.

"Bahkan bila perlu kita jemput, untuk bisa mengetahui kenapa dan sebabnya apa tidak mau berhenti malah kabur dari razia petugas," pungkasnya.

Sementara itu, upaya atau formula ini, juga merupakan antisipasi pihak Kepolisian Polres Malang Kota agar para anggotanya yang melakukan razia tidak over acting saat melakukan razia.

Hal ini berkaca dari video seorang anggota kepolisian yang belakangan viral karena melakukan penendangan terhadap seorang pemotor yang melanggar hingga jatuh. Untuk itulah hal ini diharapkan Kapolres Malang Kota, tidak terjadi di wilayah Kota Malang.