Kondisi korban yang mengalami luka parah saat menjalani perawatan intensif usai dianiaya dengan cara ditusuk pisau (Foto : Polsek Donomulyo for MalangTIMES)

Kondisi korban yang mengalami luka parah saat menjalani perawatan intensif usai dianiaya dengan cara ditusuk pisau (Foto : Polsek Donomulyo for MalangTIMES)



Masyarakat sekitar yang tinggal di wilayah Dusun Bandung, Desa/Kecamatan Donomulyo dibuat gempar, Kamis (29/8/2019) malam. Kehebohan warga ini dipicu karena kasus penganiayaan yang dialami oleh Sujianto, warga setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, tersangka penganiayaan yang mengakibatkan luka berat tersebut diketahui bernama Suroso warga Dusun Kalipakem, Desa/Kecamatan Donomulyo.

”Korban mengalami luka parah di bagian perut usai dianiaya dengan cara ditusuk menggunakan pisau dapur oleh tersangka,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Jumat (30/8/2019).

Diperoleh keterangan, sesaat sebelum terjadi insiden penganiayaan, tepatnya sekitar pukul 18.30 WIB, Sujianto sempat bertemu dengan Suroso di warung kopi yang ada di depan rumah korban.

Ketika pertemuan itu terjadi, pelaku meminta bagian dari pendapatan bisnis konter penjualan handphone yang dikelola oleh korban. Perlu diketahui, selama ini Sujianto memang memiliki bisnis konter penjualan handphone yang dia beri nama Blacky Cell. Konter tersebut diketahui berlokasi di kawasan Kecamatan Donomulyo.

”Pelaku merasa jika konter penjualan handphone yang dikelola korban merupakan miliknya. Atas pengakuan itulah, pelaku meminta kepada korban agar pendapatan dari bisnis konter dibagi dua,” terang anggota polisi yang akrab disapa Ainun ini.

Mendapat permintaan tersebut, korban sempat mengiyakan permintaan pelaku dan menyuruhnya untuk menunggu di dalam rumah. Sebab saat itu korban sedang ada agenda memenuhi undangan tahlilan yang diadakan oleh tetangganya.

Sekitar satu jam berselang, korban yang pulang dari agenda tahlilan langsung bergegas pulang ke rumah. Saat hendak naik ke lantai dua rumahnya, ketika menaiki tangga korban sudah dihadang oleh pelaku yang menunggu kehadirannya.

Di saat bersamaan, tersangka langsung menusuk korban di bagian perut sebelah kanan dengan menggunakan pisau dapur yang dia bawa dari rumah tersangka.

Dengan kondisi memegangi perut yang berlumuran darah, korban bergegas lari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga. Mengetahui korban tengah mengalami luka parah, warga akhirnya membawa korban ke Puskesmas Cemoro yang berlokasi di Kecamatan Donomulyo.

”Karena luka tusukan akibat penganiayaan yang dialami terlalu parah, korban akhirnya dirujuk ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang,” sambung Ainun.

Di sisi lain, warga yang mengetahui jika pelaku penganiayaan adalah Suroso, langsung berhamburan mengamankan pria 40 tahun tersebut, agar tidak melarikan diri.

Jajaran kepolisian Polsek Donomulyo yang mendapatkan laporan akan aksi penganiayaan ini, langsung diterjunkan ke lokasi kejadian guna mengamankan Suroso. ”Tersangka beserta barang bukti sebilah pisau dapur sudah diamankan petugas guna kepentingan penyidikan,” ungkap perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, meski Sujianto sempat dirujuk ke RSSA Kota Malang guna mendapatkan penanganan medis secara intensif, pada Jumat (30/8/2019) dini hari, tepatnya sekitar pukul 02.15 WIB, korban akhirnya dinyatakan meninggal.

”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan, saat ini anggota Polsek Donomulyo masih terus mendalami kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut,” tutup mantan Kasat Binmas Polres Malang ini.


End of content

No more pages to load