Plt Bupati Malang Sanusi berjanji akan memperhatikan kesejahteraan para veteran. (dok MalangTIMES)
Plt Bupati Malang Sanusi berjanji akan memperhatikan kesejahteraan para veteran. (dok MalangTIMES)

Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Begitulah Soekarno secara lantang menyampaikan pesannya dalam pidato terakhir pada hari ulang tahun RI tanggal 17 Agustus 1966. Kita mengenalnya sampai saat ini dengan semboyan "jas merah".

Mengingat sejarah tidak hanya sekadar merayakan momen-momen penting perjuangan para pejuang dan pahlawan bangsa, baik melalui upacara maupun berbagai kegiatan yang biasa kita temui saat ini. Atau, hanya sekadar mereplikasi gaya busana dalam sebuah perlombaan.

Tapi, mengingat sejarah para pahlawan atau para pejuang bisa juga dilakukan dengan cara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Yakni merangkul para veteran yang telah ikut serta berjuang dalam kemerdekaan dari sisi kesejahteraannya.

Menurut Plt Bupati Malang Sanusi, sebagian veteran di Kabupaten Malang masih belum merdeka secara ekonomi. "Pemkab Malang menyadari itu. Sehingga kami ingin memberikan perhatian lebih dalam persoalan itu," kata politikus PKB ini kepada para veteran yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Malang.

Sanusi melanjutkan, Pemkab Malang akan berkomitmen untuk lebih memperhatikan kesejahteraan para veteran dan keluarga melalui berbagai program pemerintahan yang telah berjalan selama ini. "Melalui jasa dan pengorbanan mereka, kita bisa menikmati kemerdekaan sampai usia ke-74 ini. Saatnya kita sekarang lebih memperhatikan mereka juga sebagai bentuk rasa hormat dan terima kasih atas perjuangan mereka," ujar Sanusi.

Disinggung langkah Pemkab Malang untuk mewujudkan hal itu, Sanusi secara khusus berjanji di tahun depan akan memulai beberapa program bagi para veteran. Salah satunya adalah program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) yang setiap tahun menyasar masyarakat miskin dan telah menjadi program tahunan Pemkab Malang. "Tahun depan, saya janjikan bedah rumah ini juga bisa menyentuh para veteran yang membutuhkannya," tegas Sanusi.

Terkait teknis bedah rumah yang tentunya akan berbeda dengan program tahunan di bawah kendali Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Malang, Sanusi menjelaskan, rencana awalnya rumah para veteran itu bisa mempergunakan lahan atau tanah eks bengkok. 

"Kan ada itu tanah yang eks bengkok kelurahan dan tidak lagi terpakai. Itu bisa jadi lahan pembangunan kompleks veteran. Ada di Kepanjen atau Singosari tanah eks bengkok itu yang nanti bisa dipergunakan," ujar Sanusi.

Bukan hanya akan meningkatkan kesejahteraan dengan memberikan kebutuhan papan yang layak huni saja. Pemkab Malang juga akan mengupayakan agar para veteran yang tergabung dalam LVRI Kabupaten Malang memiliki gedung sekretariat yang layak. Sampai saat ini, walaupun telah ada gedung LVRI, kondisinya tidak maksimal bagi para veteran tetap mengabdikan dirinya untuk Kabupaten Malang.

"Ini kita akan upayakan ya gedung LVRI biar lebih baik lagi. Terpenting bahwa kami meminta doanya kepada seluruh veteran agar Pemkab Malang bisa terus mengisi kemerdekaan dengan berbagai program yang bisa memakmurkan masyarakat," pungkas Sanusi.